Pelaku UMKM, perwakilan sekolah, dan kepala kampung mendapat pelatihan pembuatan mi sagu goreng dan cireng sagu untuk mendorong diversifikasi pangan lokal serta membuka peluang usaha.
Papuabaratnews.id, Fakfak – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (TEP Unpad) Kelompok 13 menggelar pelatihan pengolahan pangan berbahan dasar sagu bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta unsur masyarakat di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 2 Fakfak, Selasa (3/11/2026), tersebut diikuti 28 peserta yang terdiri atas perwakilan pelaku UMKM, pihak sekolah, dan kepala kampung.
Pelatihan difokuskan pada praktik pembuatan mi sagu goreng dan cireng sagu sebagai alternatif pengembangan produk pangan lokal yang berpotensi menjadi kegiatan usaha masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Tim Ekspedisi Patriot Unpad berupaya memperkenalkan variasi pengolahan sagu agar bahan pangan yang telah lama dikenal masyarakat Papua tersebut dapat dikembangkan menjadi produk dengan pilihan bentuk dan penyajian yang lebih beragam.
Pengembangan produk olahan sagu juga diharapkan dapat memberikan keterampilan tambahan bagi pelaku UMKM untuk mencoba produksi secara mandiri dan menjajaki peluang pemasaran.
Praktik Pengolahan dan Evaluasi Pemahaman
Pelatihan diawali dengan pelaksanaan tes awal (pre-test) untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum menerima materi dan mengikuti praktik pengolahan pangan.
Setelah itu, peserta mengikuti praktik pembuatan mi sagu goreng dan cireng sagu sebagai contoh diversifikasi produk berbahan dasar sagu.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh kesempatan mempelajari tahapan pengolahan bahan hingga menjadi produk makanan yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan tes akhir (post-test) untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

Penggunaan tes awal dan tes akhir menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Meski demikian, hasil kuantitatif evaluasi tersebut belum disampaikan dalam siaran pers sehingga tingkat peningkatan pemahaman peserta belum dapat diketahui secara terukur.
Peserta Berharap Bisa Produksi Mandiri
Pelatihan tersebut mendapat tanggapan positif dari peserta, terutama kalangan pelaku UMKM yang melihat adanya peluang untuk mengembangkan produk olahan sagu sebagai bagian dari kegiatan usaha mereka.
Siti, salah seorang perwakilan UMKM, mengaku memperoleh manfaat dari pelatihan yang diselenggarakan Tim Ekspedisi Patriot Unpad.
“Acara ini sangat bermanfaat sekali bagi kami selaku UMKM. Mudah-mudahan, dengan terselenggaranya acara ini, kami dapat membuat produk, produk ini secara mandiri,” ujar Siti.
Harapan serupa disampaikan Muhammad, yang menginginkan agar keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produksi dan pemasaran.
“Mudah-mudahan ke depannya kita bisa untuk membuat langsung dan bisa memasarkan,” katanya.
Sementara itu, Gesti, perwakilan UMKM lainnya, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pelatihan, khususnya praktik pembuatan cireng sagu.
“Terima kasih sekali lagi untuk kegiatannya hari ini. Terima kasih, dan semoga bermanfaat,” ujarnya.
Tanggapan para peserta tersebut menunjukkan adanya minat untuk memanfaatkan keterampilan pengolahan sagu sebagai alternatif pengembangan produk usaha.
Namun, pengembangan keterampilan menjadi kegiatan produksi yang berkelanjutan masih membutuhkan kesiapan pelaku usaha, termasuk kemampuan menjaga kualitas produk, menentukan harga, dan menjangkau konsumen.

Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
Sagu merupakan salah satu bahan pangan yang telah dikenal dan dimanfaatkan masyarakat Papua. Pengembangannya menjadi berbagai produk olahan membuka peluang untuk memperluas pilihan konsumsi sekaligus meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal.
Melalui pelatihan pembuatan mi sagu goreng dan cireng sagu, peserta diperkenalkan pada alternatif pengolahan sagu yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan minat konsumen.
Upaya diversifikasi tersebut juga relevan dengan penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang membutuhkan inovasi produk untuk memperluas kegiatan usaha.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Ekspedisi Patriot Unpad Kelompok 13 di Kabupaten Fakfak.
Tim tersebut diketuai Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., dengan anggota Sarach Diba Hidayat, Adista Nurfadillah, Denis Setia Prismayana, Miryam Elizabeth Rambe, dan Raja Bani Yudanegara.
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, Tim Ekspedisi Patriot Unpad berupaya mendukung penguatan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan produk olahan sagu secara mandiri, sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi produktif berbasis sumber daya lokal di Kabupaten Fakfak. (pbn)







