banner 468x60

Dari Jeriken ke Keran, 300 Keluarga di Desa Madak Kini Nikmati Air Bersih

FASILITAS AIR BERSIH - Sejumlah warga dan pihak terkait memperlihatkan aliran air dari fasilitas penyediaan air bersih di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. (Foto: Dok. PLN)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Seram Bagian Timur – Bagi Rosna, warga Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, mendapatkan air bersih dahulu bukan perkara mudah. Setiap hari, ia harus membawa jeriken kosong menuju sungai atau kawasan kaki pegunungan yang berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari rumahnya.

Perjalanan panjang itu harus ditempuh berulang kali karena air yang dibawa pulang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam waktu terbatas.

banner 325x300

Pengalaman Rosna juga dirasakan banyak ibu rumah tangga lainnya di Desa Madak. Di tengah kesibukan mengurus keluarga, mereka harus menyisihkan waktu dan tenaga untuk mencari air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi semakin sulit ketika musim kemarau tiba. Debit sumber air menyusut, sementara kebutuhan rumah tangga tetap harus dipenuhi.

Bagi keluarga yang tidak memiliki cukup waktu atau tenaga untuk mengambil air sendiri, pilihan yang tersedia adalah menggunakan jasa orang lain untuk mengangkut air dari sungai maupun kawasan pegunungan.

Menurut Rosna, biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan air rumah tangga bisa mencapai Rp20.000 hingga Rp50.000 setiap hari.

Pengeluaran tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga di desa. Uang yang seharusnya dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok lainnya terpaksa dialihkan untuk mendapatkan air. Belum lagi waktu dan tenaga yang tersita selama perjalanan menuju sumber air.

Keterbatasan akses air bersih juga berdampak pada penerapan pola hidup sehat. Kegiatan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi rumah tangga tidak selalu dapat dilakukan secara optimal.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan buruknya sanitasi dan kebersihan lingkungan.

Namun, kesulitan yang selama bertahun-tahun dihadapi warga Desa Madak kini mulai teratasi.

AKSES AIR BERSIH – Seorang warga menampung air menggunakan ember dari jaringan distribusi air bersih di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Kehadiran fasilitas tersebut memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan air sehari-hari. (Foto: Dok. PLN)

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) menghadirkan fasilitas penyediaan air bersih bagi masyarakat setempat.

Fasilitas tersebut dilengkapi jaringan distribusi yang memungkinkan air mengalir hingga mendekati permukiman warga. Sekitar 300 kepala keluarga (KK) kini dapat menikmati layanan air bersih tanpa harus menempuh perjalanan jauh seperti sebelumnya.

Kehadiran fasilitas itu menjadi semakin penting di tengah musim kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Bagi masyarakat Desa Madak, tersedianya air melalui jaringan distribusi tersebut membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Warga kini dapat memperoleh air dengan lebih mudah, dekat, dan terjangkau. Waktu yang sebelumnya habis untuk berjalan menuju sumber air dapat dimanfaatkan untuk mengurus keluarga maupun menjalankan aktivitas produktif lainnya.

Selain menghemat waktu dan tenaga, keberadaan fasilitas air bersih juga membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga yang sebelumnya harus membayar jasa pengangkutan air setiap hari.

Manfaat lainnya berkaitan dengan kesehatan keluarga. Ketersediaan air bersih yang lebih mudah dijangkau memungkinkan masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari mencuci tangan menggunakan sabun hingga menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi rumah tangga.

Dengan akses air bersih yang lebih baik, risiko penyakit yang berkaitan dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan juga diharapkan dapat berkurang.

INFRASTRUKTUR AIR BERSIH – Tangki penampungan air bertuliskan PLN Peduli beserta jaringan pipa distribusi yang dibangun untuk mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. (Foto: Dok. PLN)

General Manager PLN UIP Maluku dan Papua, Abdul Haris, mengatakan penyediaan fasilitas air bersih di Desa Madak merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Menurut dia, kehadiran PLN tidak hanya berkaitan dengan penyediaan energi listrik, tetapi juga mencakup tanggung jawab sosial untuk membantu menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Selama ini kita mengenal PLN lewat listrik. Namun bagi kami, tanggung jawab itu juga berarti hadir di tempat masyarakat membutuhkan. Ketika sekitar 300 keluarga di Madak tidak lagi harus berjalan berkilometer membawa jeriken, waktu dan tenaga mereka bisa kembali untuk keluarga dan hal-hal yang lebih produktif. Listrik menerangi, air bersih menghidupkan,” ujar Abdul Haris.

Ia berharap fasilitas air bersih tersebut dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa Madak.

“Kami ingin PLN bertumbuh bersama masyarakat. Air bersih di Madak adalah salah satu wujud komitmen itu,” katanya.

Bagi Rosna dan ratusan keluarga lainnya di Desa Madak, kehadiran fasilitas air bersih bukan sekadar tersedianya keran dan jaringan distribusi.

Fasilitas tersebut membawa perubahan dalam kehidupan mereka: waktu yang sebelumnya tersita untuk mencari air kini dapat digunakan bersama keluarga, pengeluaran rumah tangga berkurang, dan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat serta nyaman semakin terbuka. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *