banner 468x60

Kemarau Panjang Tak Menghentikan Air di Madak: Warga dan PLN Jaga Warisan untuk Anak Cucu

FASILITAS AIR BERSIH - Sejumlah warga dan pihak terkait memperlihatkan aliran air dari fasilitas penyediaan air bersih di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. (Foto: Dok. PLN)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Seram Bagian Timur – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, menyebabkan sejumlah kampung menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat menyusutnya sumber air. Namun, kondisi berbeda kini dirasakan masyarakat Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru.

Melalui fasilitas penyediaan air bersih yang dibangun PT PLN (Persero), warga Madak kini dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari dengan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh menuju sungai maupun kawasan pegunungan.

banner 325x300

Pejabat Negeri Madak, Husein Ailatat, mengatakan sebelum fasilitas tersebut tersedia, masyarakat harus berjalan sekitar dua hingga tiga kilometer untuk memperoleh air dari sumber-sumber alami.

Perjalanan itu tidak hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga menambah beban pengeluaran rumah tangga. Sebagian warga bahkan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa jasa pengangkut air.

“Kini, air bersih bisa diakses lebih mudah, lebih dekat, dan lebih terjangkau,” ujar Husein.

Menurut dia, kehadiran fasilitas tersebut membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat. Warga tidak lagi harus menghabiskan waktu dan tenaga untuk mencari air ke sungai atau kawasan pegunungan, sementara pengeluaran untuk membayar jasa pengangkutan air dapat dikurangi.

JARINGAN DISTRIBUSI AIR – Jaringan pipa distribusi air bersih membentang di sepanjang jalan Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Warga setempat telah membentuk kelompok pengelola untuk men. (Foto: Dok. PLN)

Fasilitas air bersih itu merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA).

Melalui pembangunan jaringan distribusi air bersih, sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Desa Madak kini dapat menikmati akses air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Manfaat program tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemudahan memperoleh air, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan masyarakat.

Ketersediaan air bersih yang lebih mudah dijangkau memungkinkan warga menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan diri, serta memelihara kebersihan lingkungan dan sanitasi rumah tangga.

Dengan akses air bersih yang lebih baik, risiko penyakit yang berkaitan dengan buruknya sanitasi dan kebersihan lingkungan juga diharapkan dapat berkurang.

Meski demikian, Husein menegaskan bahwa manfaat fasilitas air bersih tersebut harus dijaga agar tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga dapat dinikmati generasi mendatang.

Untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatannya, masyarakat Desa Madak telah membentuk kelompok pengelola air bersih yang bertugas mendukung pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara mandiri.

Melalui kelompok tersebut, warga diharapkan berperan aktif menjaga jaringan distribusi dan fasilitas pendukung agar tetap berfungsi dengan baik.

Husein berharap pengelolaan fasilitas dilakukan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan semangat gotong royong dan rasa memiliki di antara masyarakat.

Menurut dia, fasilitas air bersih yang telah tersedia harus dimanfaatkan secara optimal sekaligus dirawat bersama agar manfaatnya dapat terus dirasakan hingga generasi mendatang.

Bagi masyarakat Madak, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar jawaban atas kebutuhan air bersih di tengah kemarau, melainkan juga aset bersama yang perlu diwariskan kepada anak cucu.

AKSES AIR BERSIH – Sejumlah warga bersama anak-anak mengisi jeriken dan wadah penampungan dari jaringan distribusi air bersih di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku. Fasilitas yang dibangun melalui program TJSL PLN UIP Maluku dan Papua tersebut kini dimanfaatkan sekitar 300 kepala keluarga. (Foto: Dok. PLN)

Sementara itu, General Manager PLN UIP Maluku dan Papua, Abdul Haris, menegaskan bahwa keberlanjutan manfaat menjadi salah satu perhatian utama perusahaan dalam pelaksanaan program TJSL.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur air bersih harus diikuti keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas.

“Kami membangun fasilitasnya, tetapi masyarakatlah yang menghidupkannya. Dengan sekitar 300 KK yang kini menikmati air bersih, pembentukan kelompok pengelola menjadi kunci agar warga memiliki rasa memiliki dan ikut menjaga. Dengan begitu, air bersih di Madak tidak hanya bermanfaat hari ini, tetapi menjadi warisan bagi anak cucu,” kata Abdul Haris.

Ia menjelaskan, PLN berkomitmen agar kehadiran perusahaan tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Karena itu, kerja sama antara perusahaan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Di tengah tantangan kemarau, kami ingin memastikan masyarakat tetap terlayani kebutuhan dasarnya. PLN membangun, masyarakat merawat. Jika keduanya berjalan bersama, manfaatnya akan terus mengalir,” ujarnya.

Kini, masyarakat Desa Madak tidak lagi harus menempuh perjalanan berkilo-kilometer untuk memperoleh air bersih. Namun, kemudahan tersebut juga membawa tanggung jawab bersama untuk menjaga fasilitas agar tetap berfungsi.

Melalui pengelolaan yang melibatkan masyarakat, fasilitas air bersih diharapkan tidak hanya menjadi solusi menghadapi kemarau saat ini, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *