Papuabaratnews.id, Tidore Kepulauan – Pembangunan jaringan transmisi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) yang menghubungkan Gardu Induk (GI) Jailolo dan GI Sofifi di Maluku Utara akan melintasi kawasan Universitas Bumi Hijrah. Dua tapak menara transmisi, yakni tapak 5 dan 6, menjadi perhatian dalam koordinasi antara PT PLN (Persero) dan pihak universitas.
Untuk memastikan pembangunan berjalan lancar tanpa mengabaikan aktivitas pendidikan, PLN Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) MPA 2 menggelar audiensi dengan jajaran pimpinan Universitas Bumi Hijrah.
Pertemuan yang dihadiri Rektor Universitas Bumi Hijrah, Sarbaini A. Karim, bersama jajarannya itu membahas rencana pembangunan jaringan transmisi, khususnya pada bagian yang melintasi lingkungan kampus.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan pemahaman mengenai rencana pekerjaan, sekaligus membahas berbagai hal yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pembangunan di kawasan universitas.
PLN berharap komunikasi sejak tahap persiapan dapat membantu mengantisipasi potensi kendala di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan area kampus dan kelangsungan kegiatan akademik.
Rektor Universitas Bumi Hijrah, Sarbaini A. Karim, menyambut baik langkah PLN yang melibatkan pihak universitas dalam pembahasan rencana pembangunan jaringan transmisi tersebut.
Menurutnya, komunikasi langsung menjadi penting karena sebagian jalur pembangunan SUTT berada di lingkungan kampus yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.
“Kami mengapresiasi PLN yang telah berkoordinasi secara langsung dengan Universitas Bumi Hijrah. Karena terdapat bagian dari pembangunan SUTT yang melintasi area kampus, komunikasi seperti ini tentu sangat penting. Kami berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan tetap memperhatikan aktivitas akademik di lingkungan universitas,” ujar Sarbaini.
Pastikan Pembangunan Selaras dengan Aktivitas Kampus
Manajer UPP MPA 2, Mohammad Fendra Herinansah, menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya PLN membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak universitas diperlukan agar rencana pekerjaan di kawasan kampus dapat dipahami bersama dan pelaksanaannya tetap memperhatikan kegiatan pendidikan.
“Pertemuan ini menjadi momentum bagi kami untuk menyampaikan secara langsung rencana pembangunan SUTT 150 kV GI Jailolo – GI Sofifi, khususnya pada Tapak Tower 5 dan 6 yang melintasi area Universitas Bumi Hijrah. Kami berharap melalui komunikasi yang baik, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar dan tetap memperhatikan aktivitas di lingkungan kampus,” ungkap Fendra.
Pembangunan jaringan transmisi tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur kelistrikan PLN di Maluku Utara. Kehadiran jaringan SUTT 150 kV Jailolo–Sofifi diharapkan dapat memperkuat sistem penyaluran tenaga listrik dan mendukung keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Namun, pelaksanaan pembangunan juga membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama pada lokasi yang bersinggungan langsung dengan fasilitas pendidikan dan aktivitas masyarakat.
Karena itu, PLN dan Universitas Bumi Hijrah sepakat untuk terus menjaga komunikasi selama proses pembangunan berlangsung.
Perkuat Keandalan Kelistrikan Maluku Utara
Sementara itu, General Manager PLN UIP MPA, Abdul Haris, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis, tetapi juga memerlukan dukungan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, komunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak atau berkepentingan terhadap pembangunan menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tahapan proyek dapat berjalan sesuai rencana.
“Pembangunan SUTT 150 kV GI Jailolo – GI Sofifi merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan di Maluku Utara. Untuk itu, kami terus mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Kami mengapresiasi Universitas Bumi Hijrah Maluku Utara yang telah membuka ruang dialog dan bersama-sama mencari langkah terbaik agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” kata Abdul Haris.
PLN berharap sinergi dengan Universitas Bumi Hijrah dapat mendukung kelancaran pembangunan jaringan transmisi, sekaligus memastikan pelaksanaan pekerjaan tetap memperhatikan kepentingan dan aktivitas akademik di lingkungan kampus.
Melalui pembangunan SUTT 150 kV Jailolo–Sofifi, PLN berupaya memperkuat infrastruktur penyaluran listrik untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.
Koordinasi berkelanjutan dengan pihak universitas dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan. (pbn)







