Berita  

Salib IYD Tiba di Unipa, Mahasiswa Katolik Diajak Perkuat Iman dan Persaudaraan

Salib Indonesian Youth Day (IYD) diterima dalam rangkaian Misa Awal Semester UKM Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Papua di Manokwari, Jumat (11/9/2026). (Foto: Papuabaratnews.id/Sam Sirken)
banner 120x600

Kirab Salib IYD dirangkaikan dengan Misa Awal Semester UKM KMK Unipa. Mahasiswa diajak memiliki iman yang tangguh, adaptif, serta diwujudkan dalam pelayanan kepada sesama.

Papuabaratnews.id, Manokwari –-  Salib Indonesian Youth Day (IYD) atau Hari orang muda Se-Indonesia tiba di Universitas Papua (Unipa), Manokwari, Jumat (11/9/2026). Kehadiran Salib IYD disambut melalui Misa Awal Semester Unit Kegiatan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Katolik (UKM KMK) Unipa yang diikuti mahasiswa, dosen, dan pembina.

banner 325x300

Misa yang berlangsung di Aula Unipa itu dipimpin Pastor Paroki Santo Thomas Aquinas Amban, Romo Thomas Suparno, CM. Dalam homilinya, Romo Thomas mengajak mahasiswa Katolik memaknai Salib IYD sebagai simbol iman, persaudaraan, dan pelayanan.

Menurutnya, penggunaan bambu pada Salib IYD memiliki makna yang erat dengan kehidupan bersama. Bambu umumnya tumbuh dalam rumpun dan menggambarkan semangat kebersamaan.

“Bambu itu akan tumbuh bersama-sama sebagai rumpun dan kesatuan. Semangat apa yang mau digali dari sana? Yaitu semangat gotong royong, kerukunan, persaudaraan yang sejati,” kata Romo Thomas.

Semangat persaudaraan tersebut, kata dia, tidak hanya dibangun di antara sesama umat Katolik, tetapi juga dengan masyarakat yang memiliki keyakinan berbeda.

“Bahkan dengan orang-orang yang berkeyakinan lain pun, kita membangun persaudaraan sejati,” ujarnya.

Romo Thomas juga mengajak mahasiswa belajar dari karakter bambu yang kuat, tetapi lentur ketika diterpa angin.

“Hendaknya para mahasiswa-mahasiswi juga punya semangat ini. Kuat, tetapi juga lentur, fleksibel, tidak kaku,” katanya.

Menurut dia, orang muda Katolik membutuhkan iman yang tangguh sekaligus adaptif dalam menghadapi perubahan. Kekuatan iman itu perlu dibangun melalui kehidupan rohani yang terus dipelihara.

“Akar iman yang mendalam ini perlu dipupuk dengan semangat, yaitu antara lain doa, sabda Tuhan, dan juga sakramen-sakramen,” ujarnya.

Pastor Paroki Santo Thomas Aquinas Amban, Romo Thomas Suparno, CM, menyampaikan homili dalam Misa Awal Semester dan penyambutan Kirab Salib Indonesian Youth Day (IYD) di Aula Universitas Papua, Manokwari, Jumat (11/9/2026). (Foto: Papuabaratnews.id/Sam Sirken)

Salib sebagai Semangat Pelayanan

Romo Thomas mengatakan penggunaan bambu dan unsur budaya pada Salib IYD juga merupakan bagian dari semangat inkulturasi Gereja.

Ia menjelaskan, inkulturasi merupakan proses mengintegrasikan nilai-nilai Injil dan iman Kristiani dengan kebudayaan lokal sehingga iman semakin mengakar dalam kehidupan umat.

“Kalau iman kemudian berintegrasi dengan budaya setempat, harapannya iman ini punya akar yang kuat,” katanya.

Sementara itu, Fr. Andreas C.P. Daniel, CM mengatakan kehadiran Salib IYD di Universitas Papua menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk meneladani Kristus melalui semangat memberikan diri bagi orang lain.

“Hadirnya salib ini di universitas kita, Universitas Papua ini, menjadi tanda sebagai pengingat bagi kita bahwa perlu bagi kita orang-orang muda untuk memiliki semangat salib, semangat yang memberikan diri untuk perkembangan orang-orang yang berada di sekitar kita,” kata Andreas.

Menurut dia, kirab Salib IYD di Paroki Santo Thomas Aquinas Amban diisi dengan sejumlah kegiatan selama sekitar satu bulan, antara lain penanaman bibit sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Ekaristi kaum muda, berbagi Kitab Suci, dan pendalaman sabda.

Rangkaian kegiatan itu diarahkan untuk memperkuat iman sekaligus meningkatkan keterlibatan orang muda dalam kehidupan menggereja.

“Dinamika kegiatan-kegiatan yang ada selama sebulan itu mau menumbuhkan iman umat, khususnya orang-orang muda untuk terlibat aktif dalam kehidupan menggereja,” ujarnya.

Pastor Paroki Santo Thomas Aquinas Amban, Romo Thomas Suparno, CM, menyampaikan homili dalam Misa Awal Semester dan penyambutan Kirab Salib Indonesian Youth Day (IYD) di Aula Universitas Papua, Manokwari, Jumat (11/9/2026). (Foto: Papuabaratnews.id/Sam Sirken)

Mahasiswa Katolik Diajak Aktif di Kampus

Pembina UKM KMK Unipa, Paulus Boli, pada kesempatan itu mengajak mahasiswa Katolik, khususnya mahasiswa angkatan 2026, bergabung dan terlibat aktif dalam UKM KMK Unipa.

Menurut Paulus, mahasiswa tidak hanya dituntut mengembangkan kemampuan akademik selama menjalani pendidikan tinggi. Kehidupan spiritual juga perlu mendapat perhatian.

“Mahasiswa Katolik harus aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan kampus. Salah satunya melalui UKM KMK,” kata Paulus.

Ia berharap UKM KMK menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa Katolik untuk membangun persaudaraan, mengembangkan diri, serta memperkuat kehidupan iman di lingkungan kampus.

“Kehidupan spiritual harus juga dikembangkan oleh setiap mahasiswa Katolik Unipa,” ujarnya.

Misa Awal Semester dan penyambutan Kirab Salib IYD tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa Katolik Unipa untuk mengawali perkuliahan dengan memperkuat kehidupan iman sekaligus membangun keterlibatan dalam kehidupan kampus dan pelayanan kepada sesama. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *