Warga dilatih membuat kerupuk, bakso, nugget, dan sambal ikan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk khas sekaligus sumber pendapatan keluarga.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kelompok 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melatih mama-mama di Kampung Saharey, Distrik Fakfak Barat, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.
Tim Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi.
Kegiatan yang berlangsung pada 23–25 Agustus 2026 itu dilaksanakan oleh Kelompok 1 TEP Unhas yang dipimpin Kasmiati, dosen Universitas Hasanuddin. Dia didampingi lima anggota tim, yakni Adnan Aswad, Moh. Ikbal, Hafsah Muzaenab, Nadra Ananda, dan Fatima Karebalang.
Kasmiati mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah ikan menjadi produk untuk konsumsi keluarga sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha.
“Dalam pelatihan tersebut, mama-mama Saharey terlibat langsung dalam praktik pembuatan kerupuk ikan, bakso ikan, nugget ikan, dan sambal ikan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, tim menyediakan bahan dan peralatan yang dibutuhkan selama pelatihan. Setelah seluruh proses selesai, hasil olahan ikan tersebut dinikmati bersama para peserta dan masyarakat Kampung Saharey.
Pelatihan itu, kata dia, tidak hanya berfokus pada praktik pengolahan ikan. Setiap peserta juga memperoleh buku panduan yang disusun oleh TEP Kelompok 1.
Buku panduan tersebut memuat daftar bahan dan tahapan pembuatan setiap produk yang telah dipraktikkan. Panduan itu diharapkan dapat membantu peserta mengolah hasil perikanan secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari mama-mama Kampung Saharey. Salah seorang peserta, Mama Nayu, mengaku senang karena pelatihan itu memberikan pengetahuan baru dalam mengolah ikan.
“Saya sangat senang dengan program ini karena membantu kami mengolah ikan menjadi berbagai produk,” kata Mama Nayu.
Peserta lainnya, Mama Waingga, berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus dikembangkan. Produk olahan tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi oleh-oleh khas Fakfak.
“Semoga kami dapat membuat produk yang telah diajarkan menjadi oleh-oleh khas Fakfak dari Kampung Saharey,” katanya.
Kampung Saharey memiliki potensi hasil perikanan yang dapat dikembangkan menjadi beragam produk olahan. Melalui keterampilan yang diperoleh, masyarakat tidak hanya menjual ikan dalam keadaan segar, tetapi juga dapat mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
Keterampilan tersebut diharapkan terus dipraktikkan dan dikembangkan oleh mama-mama Saharey, baik untuk meningkatkan asupan gizi keluarga maupun membuka peluang usaha berbasis hasil perikanan.
Produk seperti kerupuk, bakso, nugget, dan sambal ikan juga berpotensi dikembangkan menjadi produk khas Kampung Saharey yang dapat dipasarkan kepada masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Fakfak. (pbn)







