Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone thermal. Operasi pencarian akan dilanjutkan dengan evaluasi area pencarian.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Tim SAR Gabungan masih terus mengintensifkan pencarian terhadap Yanto Idorway yang dilaporkan hanyut di kawasan Air Terjun Memti, Kampung Sisrang, Kabupaten Pegunungan Arfak. Memasuki hari ketiga operasi pencarian pada Senin (20/7/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan seluruh unsur SAR gabungan telah mengoptimalkan pencarian melalui penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone thermal.
“Seluruh unsur SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal dengan metode penyisiran darat serta pemantauan udara menggunakan drone thermal. Namun hingga hari ketiga korban masih belum ditemukan. Operasi pencarian akan kami lanjutkan kembali besok dengan evaluasi hasil pencarian hari ini dan penyesuaian area pencarian,” kata Yefri.
Yanto Idorway dilaporkan hanyut pada Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIT saat hendak menyeberangi aliran sungai bersama dua rekannya menuju kawasan Air Terjun Memti. Kedua rekannya sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun korban tidak ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada Basarnas.
Operasi SAR hari ketiga diawali dengan briefing di Posko SAR pada pukul 08.00 WIT yang melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, dan unsur potensi SAR lainnya.
Sekitar pukul 08.20 WIT, tim bergerak menuju lokasi menggunakan satu unit rescue car, tujuh kendaraan operasional milik unsur potensi SAR, tiga unit sepeda motor trail Kodim Pegunungan Arfak, serta empat unit motor trail Polres Pegunungan Arfak.
Setelah menempuh perjalanan darat, tim tiba di lokasi pencarian pada pukul 11.04 WIT dan langsung melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai serta area sekitar lokasi kejadian sesuai rencana operasi.
Selain penyisiran darat, tim juga memanfaatkan drone thermal untuk memantau area dari udara, terutama pada medan yang sulit dijangkau, guna memperluas cakupan pencarian.
Pencarian berlangsung hingga sore hari. Pada pukul 14.50 WIT seluruh Search and Rescue Unit (SRU) kembali ke titik aman dengan hasil pencarian masih nihil. Selanjutnya seluruh personel kembali ke Posko SAR dan tiba sekitar pukul 17.20 WIT untuk melakukan evaluasi.
Operasi pencarian melibatkan 33 personel gabungan dengan dukungan rescue car, kendaraan operasional, drone thermal, sepeda motor trail, peralatan komunikasi, perlengkapan SAR air, peralatan pendakian gunung, dan perlengkapan evakuasi.
Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca pegunungan yang cepat berubah, kabut yang membatasi jarak pandang, serta suhu udara yang berkisar antara 12 hingga 19 derajat Celsius.
Operasi SAR akan dilanjutkan pada Selasa (21/7/2026) mulai pukul 08.00 WIT dengan melakukan evaluasi hasil pencarian dan penyesuaian area pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban. (pbn)







