banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Bulog Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng di Sorong Aman

Kanwil Bulog Papua bersama TPID Kota Sorong memantau harga pangan dan stok beras di Pasar Bersama Remu, Senin (8/6/2026). (ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu)
banner 120x600

Dari hasil pemantauan, stok di sejumlah kios masih tersedia dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan maupun harga kedua komoditas tersebut.

Papuabaratnews.id, Sorong — Perum Bulog Kantor Wilayah Papua memastikan ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat MinyaKita di Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

banner 325x300

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Papua Ahmad Mustari, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis tersebut di tingkat pasar dan kios pengecer.

“Dari hasil pemantauan, stok di sejumlah kios masih tersedia dengan baik sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan maupun harga kedua komoditas tersebut,” katanya saat melaksanakan pemantauan kodisi beras dan minyak goreng di Pasar Bersama Remu, Sorong, Senin (8/6/2026) seperti dilansir Antara.

Menurut dia, Bulog terus memastikan ketersediaan stok di gudang sebelum melakukan distribusi ke pasar sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan stok beras SPHP dan minyak goreng yang tersedia di gudang Bulog saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Papua yang masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.

“Ketersediaan stok menjadi prioritas kami. Alhamdulillah stok beras SPHP dan minyak goreng di gudang Bulog cukup, bahkan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sorong Riyadi Muslim mengatakan pihaknya saat ini memiliki stok beras sebanyak 3.164 ton dan dalam waktu dekat akan menerima tambahan pasokan sekitar 1.500 ton.

“Dengan stok yang tersedia saat ini ditambah rencana pasokan masuk, kami optimistis kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi hingga sekitar empat bulan ke depan,” katanya.

Selain beras, Bulog Cabang Sorong juga memiliki stok MinyaKita sebanyak 36.000 liter yang siap didistribusikan ke pasar serta jaringan pengecer yang berada di wilayah kerja Bulog Sorong.

Ia memastikan harga beras SPHP dan Minyakita tetap terjaga sesuai ketentuan pemerintah. Beras SPHP bahkan dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni berkisar Rp63.000 hingga Rp65.000 per kemasan, sedangkan Minyakita dipasarkan seharga Rp15.700 per liter.

“Kami memastikan harga tetap stabil dan sesuai ketentuan pemerintah sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Riyadi menjelaskan sepanjang 2026 pihaknya telah menyalurkan lebih dari 1.000 ton beras SPHP melalui 188 mitra yang tersebar di empat kabupaten dalam wilayah kerja Bulog Cabang Sorong.

Untuk komoditas MinyaKita, kata dia, Bulog juga telah mendistribusikan lebih dari 10 kontainer ke pasar murah, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta outlet binaan.

Menurut dia, distribusi pangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketersediaan barang dan stabilitas harga di tingkat masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panik karena stok beras dan minyak goreng tersedia dengan baik. Sebelum stok menipis, kami akan terus melakukan pengisian kembali sehingga pasokan tetap terjaga,” katanya.

Bulog, lanjut dia, berkomitmen menjaga ketahanan pangan serta menjamin ketersediaan beras dan minyak goreng bagi masyarakat di wilayah Sorong dan sekitarnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *