Karnaval budaya menjadi ruang ekspresi 38 kontingen provinsi untuk menampilkan kekayaan budaya nusantara sekaligus memperkuat persaudaraan dan semangat kebhinekaan.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Karnaval budaya dalam rangkaian Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 menjadi panggung keberagaman budaya Indonesia yang mempersatukan berbagai suku, tradisi, dan kearifan lokal dari seluruh penjuru tanah air di Kabupaten Manokwari, Jumat.
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, mengatakan karnaval budaya tidak hanya menjadi agenda pendukung untuk memeriahkan pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang berlangsung pada 18–28 Juni 2026, tetapi juga menjadi ruang ekspresi budaya yang memperlihatkan kekayaan identitas bangsa Indonesia.
Menurutnya, peserta karnaval berasal dari 38 provinsi yang mengikuti Pesparawi Nasional, ditambah berbagai paguyuban suku asli Papua dan suku nusantara yang menetap di Kabupaten Manokwari.
“Peserta karnaval berasal dari 38 provinsi di Indonesia yang mengikuti Pesparawi Nasional, termasuk paguyuban suku-suku asli dan suku nusantara yang tinggal di Manokwari,” kata Lakotani.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut pemerintah daerah berupaya menggaungkan semangat Pesparawi Nasional sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa.
Beragam busana adat, musik tradisional, tarian daerah, hingga simbol-simbol budaya khas masing-masing wilayah ditampilkan oleh para peserta sepanjang rute karnaval. Atraksi budaya tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Lakotani menilai kehadiran seluruh kontingen dari berbagai provinsi menjadi bukti nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang mampu menciptakan harmonisasi sosial sekaligus mempererat rasa persaudaraan antardaerah.
“Karnaval budaya Pesparawi Nasional ini menjadi bentuk nyata bahwa Manokwari dan Papua Barat pada umumnya merupakan daerah yang ramah, nyaman, penuh keberagaman, dan religius,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan Pesparawi Nasional bukan hanya ajang kompetisi seni paduan suara gerejawi, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas melalui semangat persatuan dan toleransi.
Dalam kesempatan tersebut, Lakotani juga mengajak seluruh masyarakat Manokwari untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV berlangsung.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah pusat kepada Papua Barat, khususnya Manokwari, sebagai tuan rumah Pesparawi Nasional merupakan kehormatan yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
“Supaya tamu-tamu yang datang ke Manokwari merasa nyaman dan nantinya kembali ke daerah masing-masing dengan membawa kesan yang baik serta senyuman,” kata Lakotani.
Pesparawi Nasional XIV di Manokwari tidak hanya menjadi perayaan iman melalui lagu-lagu pujian, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan bangsa melalui perjumpaan budaya dari Sabang sampai Merauke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (pbn)







