banner 468x60 *** banner 468x60 ***

PLN Tambah Daya untuk Operasional Terminal Petikemas Sorong

Foto bersama PLN dan Pelindo usai melakukan penambahan daya di Terminal Petikemas Sorong, Papua Barat Daya pada beberapa waktu lalu. (Dok. PLN Papua)
banner 120x600

Pasokan listrik berskala besar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan konsep pelabuhan ramah lingkungan.

Papuabaratnews.id, Jayapura — PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong melakukan penambahan kapasitas daya listrik sebesar 2,18 MVA guna mendukung operasional Pelindo Terminal Petikemas Sorong di Papua Barat Daya.

banner 325x300

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur mengatakan, penambahan daya tersebut menjadi bentuk dukungan PLN dalam memperkuat keandalan infrastruktur logistik dan memperlancar arus barang di kawasan timur Indonesia, khususnya melalui elektrifikasi operasional pelabuhan.

“Pasokan listrik berskala besar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan konsep pelabuhan ramah lingkungan,” katanya di Jayapura, Minggu (24/5/2026) seperti dilansir Antar.

Menurut dia, dengan daya 2,18 MVA maka digunakan untuk mengoperasikan dua unit container crane milik Pelindo yang sebelumnya menggunakan genset mandiri.

“Listrik yang andal, berkualitas, dan berkelanjutan dari PLN kini siap menggerakkan operasional Terminal Petikemas Sorong menuju era pelabuhan modern yang jauh lebih efisien,” ujarnya

Dia menjelaskan, kehadiran pasokan listrik tersebut merupakan komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan berkelanjutan untuk mendukung kawasan strategis nasional di wilayah Pelindo Terminal Petikemas Sorong.

“Dengan infrastruktur kelistrikan yang telah siap sepenuhnya, kami terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik untuk mendukung kelancaran aktivitas logistik masyarakat di Papua Barat Daya,” kata Roberth.

Sementara itu, Terminal Head Petikemas Sorong, Welta Selfie mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PLN dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan.

“Dengan beralih operasional crane ke listrik PLN akan berdampak sangat positif pada peningkatan performa layanan logistik di pelabuhan,” katanya.

Menurut Welta, dengan suplai daya yang kini mencapai 2,18 MVA, operasional pelabuhan diharapkan semakin optimal untuk menunjang aktivitas bongkar muat melalui dua unit crane yang kini telah terelektrifikasi penuh.

“Langkah ini juga bisa meningkatkan keandalan layanan logistik yang lebih modern dan ramah lingkungan karena kami bisa menekan penggunaan genset mandiri di kawasan timur Indonesia,” ujarnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *