Rangkaian kegiatan literasi dan inklusi keuangan di Teluk Wondama melibatkan 372 peserta serta menyoroti bahaya investasi ilegal, judi online, dan pentingnya kesiapan menghadapi ekonomi digital.
Papuabaratnews.id, Teluk Wondama — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya melalui rangkaian kegiatan edukasi keuangan di Kabupaten Teluk Wondama.
Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelaksanaan edukasi keuangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Teluk Wondama pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan lembaga jasa keuangan formal sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya yang diwakili Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK, Ferdian Ario, menegaskan pentingnya memahami legalitas lembaga jasa keuangan sebelum menggunakan produk investasi maupun pembiayaan.
“Penting bagi masyarakat untuk memahami legalitas lembaga jasa keuangan serta mengetahui manfaat dan risiko dari setiap produk investasi maupun pembiayaan yang akan digunakan. Kami juga mengajak seluruh peserta untuk siap menghadapi era ekonomi digital yang berkembang sangat pesat,” ujar Ferdian.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Teluk Wondama, Nixon Baransano, mengapresiasi inisiatif OJK dalam memberikan edukasi langsung kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama.
“Kegiatan ini sangat relevan dalam meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan ASN terhadap praktik investasi ilegal dan judi online yang semakin marak. Kami berharap ASN dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja maupun masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya juga melaksanakan edukasi keuangan kepada anggota Polres Teluk Wondama pada Senin (18/5), serta program OJK Goes to School di SMA Negeri 5 Wondama dan SMP Negeri 1 Wasior pada Selasa (19/5). Total peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mencapai 372 orang.
Sebagai bentuk komitmen meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan OJK Goes to School turut dirangkaikan dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dan tabungan emas bagi siswa dan tenaga pendidik.
OJK akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan kepada berbagai segmen masyarakat, termasuk di wilayah 3T, guna mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, dan terlindungi dalam memanfaatkan produk serta layanan jasa keuangan. (pbn)


***
***





