banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Resmi Dikirim ke Papua Barat

Perwakilan bp, SKK Migas, Saipem Indonesia, Bea Cukai, dan Pemerintah Kabupaten Karimun melakukan seremoni pelepasan jacket pertama proyek Tangguh UCC di Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau, Jumat (8/5/2026). Jacket tersebut akan dikirim menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat. (Dok. Bp Indonesia)
banner 120x600

Struktur lepas pantai berbobot 994 ton untuk proyek Tangguh UCC diberangkatkan dari Karimun menuju Fakfak, menandai capaian penting proyek CCUS skala besar pertama di Indonesia.

Papuabaratnews.id, Karimun –- Proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) mencatat tonggak penting setelah jacket pertama untuk instalasi lepas pantai resmi rampung dan siap diberangkatkan menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

banner 325x300

Struktur jacket tersebut diberangkatkan dari Saipem Karimun Yard, Kepulauan Riau, Jumat (8/5/2026), sebagai bagian dari pengembangan proyek Tangguh UCC yang menjadi proyek carbon capture, utilization, and storage (CCUS) skala besar pertama di Indonesia.

Jacket berbobot 994 metrik ton itu menjadi konstruksi pertama dari total empat struktur lepas pantai yang akan dipasang di wilayah operasi Tangguh LNG di Kabupaten Fakfak. Proses fabrikasi hingga pengiriman dilakukan dengan total 357.600 jam pengerjaan dan akan menempuh perjalanan laut sekitar 5.800 kilometer menuju Papua Barat.

bp Regional President Asia Pacific, Kathy Wu, mengatakan penyelesaian jacket pertama ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap penguatan ketahanan energi nasional sekaligus peningkatan kapasitas industri dalam negeri.

“Jacket ini dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kuat bp terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia,” ujar Kathy Wu dalam siaran pers yang diterima media ini.

Ia menjelaskan, fabrikasi dilakukan di Karimun Yard yang selama beberapa dekade memproduksi berbagai instalasi lepas pantai untuk Tangguh LNG maupun proyek internasional lainnya.

Jacket pertama proyek Tangguh UCC berbobot 994 metrik ton diberangkatkan dari Karimun menuju Papua Barat menggunakan tongkang pengangkut. Struktur lepas pantai ini menjadi bagian dari pengembangan proyek CCUS skala besar pertama di Indonesia. (Dok. Bp Indonesia)

Menurut Kathy, dukungan pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian ESDM dan SKK Migas, menjadi faktor penting dalam keberlanjutan proyek strategis tersebut.

“Kami percaya kemitraan ini dapat terus berlanjut untuk membantu Indonesia mencapai ketahanan energi,” katanya.

Proyek Tangguh UCC sendiri memiliki komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 45 persen. Sejumlah pekerjaan utama dilakukan di Indonesia, mulai dari fabrikasi jacket dan topside di Karimun, pelapisan pipa di Jawa Timur, hingga pembangunan modul darat di Batam dan Bintan.

Selain itu, berbagai komponen proyek seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin juga dipasok oleh produsen nasional.

Acara pelepasan jacket pertama tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan mitra proyek, di antaranya Deputi Eksploitasi SKK Migas Surya Widyantoro, Bupati Karimun Iskandarsyah, serta perwakilan bp dan Saipem Indonesia.

Sebagai informasi, proyek Tangguh UCC mencakup pengembangan Lapangan Gas Ubadari, fasilitas CCUS, dan fasilitas kompresi darat yang terintegrasi dengan infrastruktur Tangguh LNG di Papua Barat.

Pada tahap awal, proyek ini diproyeksikan mampu menyimpan sekitar 15 juta ton emisi karbon dioksida (CO₂) sekaligus menghasilkan sekitar 3 triliun kaki kubik tambahan sumber daya gas untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang Indonesia dan kawasan Asia. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *