Pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.
Papuabaratnews.id, Sorong –- Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) mengedepankan pendekatan edukasi dan dialog dalam menangani dinamika konflik sosial di sejumlah wilayah, khususnya di Kabupaten Tambrauw dan Maybrat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara kolaboratif.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.
“Kami mengedepankan pendekatan edukasi dan dialog kepada masyarakat. Ini penting agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar Elisa Kambu di Sorong, Minggu.
Ia menjelaskan pemerintah daerah terus mendorong peran aktif para kepala daerah di tingkat kabupaten, termasuk bupati dan jajaran, untuk terlibat langsung dalam membangun komunikasi dengan masyarakat.
Menurut dia, pendekatan tersebut dilakukan melalui sosialisasi, edukasi, serta upaya membangun kesadaran masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi.
Pemprov PBD juga tetap memberikan perhatian kepada masyarakat terdampak melalui penyaluran bantuan sesuai dengan kemampuan daerah, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Selain pendekatan persuasif, kami juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap merasa diperhatikan,” katanya.
Dalam waktu dekat, ia berencana melakukan kunjungan ke sejumlah wilayah terdampak konflik guna memastikan pendekatan dialogis dan edukatif tersebut berjalan optimal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten.
Dia memastikan melalui pendekatan humanis kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dapat terus terjaga, serta tercipta suasana yang kondusif bagi pembangunan daerah. (pbn)


***
***





