Sebanyak 38 tenaga pendidik di Kabupaten Pegunungan Arfak dilibatkan dalam penyusunan naskah soal ujian sekolah tahun 2026 yang bersumber dari Dana Otsus.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) resmi memulai kegiatan Penyusunan Naskah Soal Ujian Sekolah jenjang SD dan SMP Tahun 2026 di Manokwari, Selasa (31/3/2026). Langkah ini menjadi terobosan baru untuk memfungsikan kembali kreativitas guru dalam menciptakan standar kualitas soal yang benar dan berkualitas di seluruh wilayah Pegaf.
Pelaksaana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra, ST., menekankan pentingnya peran guru sebagai ujung tombak perubahan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menyebut, selama ini potensi guru dalam menyusun perangkat mengajar sering terpendam.
“Kreativitas guru-guru ini harus kita fungsikan. Melalui komunitas MGMP dan KKG, kita perkuat kemampuan mereka menyusun soal ujian sendiri,” ujar Deny dalam arahannya saat membuka kegiatan ini.

Ia menjelaskan, melalui komunitas MGMP dan KKG, para tenaga pendidik didorong untuk proaktif menyiapkan seluruh instrumen pendukung sebelum masuk ke kelas, termasuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang.
“Ini adalah terobosan tahun ini agar guru tidak lagi hanya sekadar membawa satu buku dan menulis di papan tulis, tapi punya perangkat mengajar yang lengkap,” tegasnya.
Ia menekankan, perubahan besar di Kabupaten Pegunungan Arfak harus dimulai dari kesiapan guru dalam memahami dan menguasai perangkat ajar secara menyeluruh.
“Dengan pembekalan ini, semua guru diharapkan memiliki standar mengajar yang lebih profesional dan siap memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa,” harapnya.
Selain fokus pada mutu, Deny juga membawa kabar gembira terkait kesejahteraan tenaga pendidik. Meski anggaran daerah tengah mengalami defisit, Pemerintah Kabupaten Pegaf berkomitmen memberikan insentif sebesar Rp 500.000 per bulan bagi guru mulai tahun ini.
“Tahun ini kami siapkan insentif Rp 500 ribu per bulan. Saya minta guru-guru konsisten, jangan tinggalkan tempat tugas. Jika kesejahteraan naik, kehadiran di sekolah juga harus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Pegaf, Yesaya Saiba, SH melaporkan, kegiatan ini diikuti oleh 38 tenaga pendidik pilihan. Peserta terbagi atas 18 penyusun naskah soal tingkat SD dan 20 penyusun untuk tingkat SMP.
“Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (2/4/2026). Tujuannya agar naskah soal yang dihasilkan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan siap didistribusikan tepat waktu sebelum pelaksanaan TKA (Tes Kemampuan Akademik) pada 6 April mendatang,” jelasnya.
Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026. Hal ini disebut sebagai wujud nyata keberpihakan anggaran Otsus dalam mendukung peningkatan kualitas SDM di tanah Papua, khususnya di Pegunungan Arfak.
Selain naskah soal, Dinas Pendidikan juga mengonfirmasi telah menyiapkan pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD hingga SMA/SMK guna meringankan beban orang tua dan mencegah adanya pungutan liar di sekolah-sekolah. (pbn)


***
***





