banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Unipa dan Lapas Manokwari Kerja Sama Buka Akses Pendidikan Tinggi bagi Warga Binaan

Rektor Universitas Papua Prof Dr Hugo Warami bersama Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari Adhy Prasetyanto dan jajaran berfoto usai penandatanganan kerja sama penyediaan akses pendidikan tinggi bagi warga binaan dan pegawai lapas di Manokwari. (Dok. Humas Unipa Manokwari)
banner 120x600

Skema perkuliahan khusus disiapkan, pegawai lapas juga berkesempatan tempuh S1 hingga doktoral.

Papuabaratnews.id, Manokwari – Universitas Papua (Unipa) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Manokwari menjalin kerja sama strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga binaan maupun pegawai lapas. Kolaborasi ini bertujuan memastikan hak atas pendidikan tetap terpenuhi, termasuk bagi mereka yang tengah menjalani masa pidana.

banner 325x300

Rektor Unipa Prof Dr Hugo Warami mengatakan, kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam menjamin keberlanjutan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua Barat.

“Pendidikan harus berjalan sepanjang hayat. Kami ingin memastikan mahasiswa yang studinya sempat terhenti karena persoalan hukum tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan,” ujar Hugo di Manokwari, Jumat (20/2/2026)

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya membangun masa depan individu, tetapi juga mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan setelah menjalani hukuman.

Unipa menyiapkan skema khusus agar warga binaan dapat mengikuti perkuliahan tanpa harus keluar dari area lapas. Skema tersebut meliputi sistem pembelajaran hybrid, metode penugasan dan portofolio, serta penjadwalan dosen mengajar langsung di dalam lapas.

“Skema khusus ini diterapkan agar proses akademik tetap berjalan tanpa mengganggu sistem keamanan di lapas,” katanya.

Penilaian akademik juga akan mempertimbangkan aktivitas produktif warga binaan selama menjalani masa pidana, seperti kegiatan perikanan, pertanian, dan keterampilan lainnya sebagai bagian dari pemenuhan beban studi.

Hugo menegaskan, status sebagai warga binaan tidak boleh menjadi penghalang dalam mengakses layanan pendidikan dan pengembangan potensi diri.

“Semua warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Manokwari Adhy Prasetyanto mengapresiasi inisiatif Unipa membuka ruang pendidikan bagi warga binaan dan pegawai lapas.

Menurut dia, setiap pegawai lapas juga diberikan kesempatan mendaftar sebagai mahasiswa Unipa pada jenjang strata satu (S1), magister (S2), hingga doktoral guna meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalitas.

“Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan sehingga memberi manfaat nyata bagi warga binaan dan pegawai lapas,” kata Adhy.

Ia menambahkan, perluasan akses pendidikan tinggi diharapkan dapat membekali warga binaan dengan kompetensi yang lebih baik sehingga mampu menjalani kehidupan produktif setelah bebas. Di sisi lain, peningkatan kapasitas petugas lapas akan memperkuat kualitas pembinaan di lingkungan pemasyarakatan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *