Berita  

Warga Tionghoa Manokwari Diajak Perkuat Toleransi di Momentum Imlek 2026

Pertunjukan barongsai memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Manokwari, Papua Barat, Selasa (17/2/2026). Momentum Imlek tahun ini dimaknai sebagai ajang memperkuat toleransi antarumat beragama serta mempererat persaudaraan lintas budaya. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Perayaan Imlek bertepatan dengan Ramadan dan Prapaskah, PSMTI gelar bakti sosial dan dorong harmoni lintas umat beragama di Papua Barat.

Papuabaratnews.id, Manokwari – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Manokwari mengajak seluruh warga Tionghoa menjadikan perayaan Imlek 2026 sebagai sarana mempererat persaudaraan lintas agama dan budaya di Papua Barat.

banner 325x300

Ketua PSMTI Manokwari, Alexander Irsandi, di Manokwari, Selasa, mengatakan perayaan Imlek tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung bersamaan dengan momentum keagamaan umat Islam dan Katolik.

“Semoga kebersamaan momen spesial tahun ini semakin memperkuat nilai-nilai toleransi umat beragama dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Alexander.

Ia menjelaskan, Tahun Baru Imlek 2026 mengusung tema ‘Harmoni Imlek Nusantara’ yang mencerminkan bahwa Imlek tidak hanya dirayakan oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga menjadi bagian dari keberagaman budaya bangsa Indonesia.

Menurut dia, Paguyuban Tionghoa Manokwari berkomitmen untuk terus berkontribusi mendukung program pembangunan daerah serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat lokal.

“Semangat ini sejalan dengan warna merah yang identik dengan perayaan Imlek, melambangkan keberanian, semangat, dan harapan baru,” katanya.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, sebelum perayaan Imlek, paguyuban tersebut menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 350 paket sembako kepada pedagang orang asli Papua, khususnya mama-mama Papua di Manokwari.

Kegiatan itu menjadi wujud nyata solidaritas sosial sekaligus mempererat silaturahmi antara warga Tionghoa dan masyarakat lokal.

Selain itu, PSMTI juga melaksanakan kerja bakti membersihkan area pekuburan Tionghoa di kawasan Pasir Putih Manokwari sebagai bagian dari tradisi menyambut tahun baru.

Alexander turut mengapresiasi peran almarhum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang telah memperjuangkan hak-hak warga Tionghoa di Indonesia, yang kemudian dilanjutkan oleh para pemimpin nasional berikutnya, termasuk Presiden Joko Widodo.

Ia menilai, kehadiran pemerintah dalam menjamin hak setiap warga negara memberikan dampak positif terhadap eksistensi paguyuban Tionghoa di berbagai daerah, sehingga perayaan Imlek dapat berlangsung aman dan terbuka.

“Sekarang warga Tionghoa bisa membaur dengan warga pribumi. Sejak pandemi COVID-19, kita semua bersama-sama berjuang memulihkan perekonomian,” ujarnya.

Momentum Imlek 2026 di Manokwari pun tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga penegasan komitmen bersama menjaga harmoni di tengah keberagaman. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *