Dinas Pendidikan menegaskan pentingnya soal berkualitas sebagai instrumen evaluasi mutu pendidikan.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) melaksanakan kegiatan Penyusunan Naskah Ujian Sekolah (US) SMA/SMK Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan yang melibatkan 70 guru perwakilan SMA dan SMK se-Pegaf ini berlangsung di Hotel Billy Jaya Manokwari, pada 16–19 Februari 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pegaf, Deny Agustinus Ngutra, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menyusun soal-soal ujian sekolah yang terstandar dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di Pegunungan Arfak.
Menurut Deny, kualitas soal ujian bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan instrumen penting untuk mengukur capaian pembelajaran siswa secara objektif dan terarah.
“Melalui penyusunan naskah ujian ini, kita ingin memastikan bahwa evaluasi pembelajaran berjalan terstruktur, terukur, dan benar-benar mencerminkan kompetensi siswa,” ujarnya.
Sebanyak 70 peserta yang terdiri dari guru mata pelajaran SMA dan SMK dilibatkan secara kolektif dalam proses penyusunan soal. Mereka merupakan perwakilan sekolah-sekolah di Kabupaten Pegunungan Arfak yang dipercaya menyusun naskah Ujian Sekolah tingkat SMA/SMK.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan turut melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMA/SMK untuk melakukan pendampingan langsung kepada para guru selama proses penyusunan. Keterlibatan MGMP ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan instrumen evaluasi pendidikan di Pegaf.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat yang memberikan pengarahan teknis terkait kaidah penyusunan soal yang baik dan benar, mulai dari validitas, tingkat kesukaran, hingga kesesuaian dengan standar kompetensi lulusan.
Deny menegaskan kegiatan ini merupakan langkah konkret Dinas Pendidikan dalam membangun sistem evaluasi yang profesional dan akuntabel, sekaligus memastikan bahwa lulusan SMA/SMK di Pegunungan Arfak memiliki daya saing yang baik.
“Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan proses belajar, tetapi juga bagaimana kita merancang alat ukurnya. Karena itu, penyusunan soal harus dilakukan secara serius dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan naskah ujian yang dihasilkan benar-benar berkualitas, relevan, dan mampu menjadi cerminan kemampuan akademik siswa di Kabupaten Pegunungan Arfak. (pbn)


***
***





