banner 468x60 *** banner 468x60 ***

PLN UIP MPA Perkuat Konservasi Burung Gosong Lewat Wisata Edukasi Berbasis Kearifan Lokal

Fasilitas penetasan semi alami Burung Gosong (Mamoa) yang dikembangkan melalui Program TJSL PLN UIP MPA di Kabupaten Halmahera Utara sebagai bagian dari wisata edukasi konservasi. (Dok. PLN UIP MPA)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Halmahera Utara — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) terus memperluas kontribusinya dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya lewat pengembangan wisata edukasi penetasan semi alami Burung Gosong (Mamoa) di Kabupaten Halmahera Utara.

Pengukuran dampak dilakukan menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan, terutama dalam mendukung konservasi satwa endemik sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata edukasi berbasis kearifan lokal.

banner 325x300

Berdasarkan hasil analisis SROI, program ini mencatat rasio 1:1,24, yang berarti setiap Rp1 investasi TJSL PLN mampu menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp1,24 bagi masyarakat pengelola serta lingkungan sekitar. Nilai tersebut mencerminkan efektivitas program dalam menciptakan manfaat nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, hasil pengukuran IKM menunjukkan skor 97,50 dengan kategori “Sangat Baik”. Tingginya skor kepuasan tersebut menunjukkan bahwa program dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, memiliki pendekatan konservasi yang tepat, serta memberikan manfaat langsung dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dan daya tarik wisata lokal.

Proses penataan telur Burung Gosong dalam lubang penetasan semi alami oleh tim pelaksana dan masyarakat sebagai bagian dari upaya pelestarian satwa endemik berbasis kearifan lokal. (Dok. PLN UIP MPA)

Program wisata edukasi penetasan semi alami Burung Gosong berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi satwa endemik. Selain memperkuat pemahaman tentang siklus hidup Burung Gosong, program ini juga membuka peluang ekonomi alternatif melalui kegiatan wisata berbasis edukasi dan lingkungan.

Dampak lanjutan dari program ini terlihat pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian lingkungan, bertambahnya kunjungan wisata, serta semakin kuatnya identitas lokal daerah sebagai kawasan konservasi berbasis masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana program, Fiktor Imanuel Boleu, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa dukungan PLN melalui program TJSL memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan konservasi Burung Gosong dan edukasi masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada pelestarian Burung Gosong sebagai satwa endemik, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem. Melalui wisata edukasi penetasan semi alami, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Fiktor.

Ia juga mengapresiasi langkah PLN yang melakukan pengukuran dampak secara sistematis sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen terhadap keberhasilan program.

Sementara itu, General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Nilai SROI sebesar 1:1,24 dan skor IKM 97,50 menunjukkan bahwa Program Pengembangan Wisata Edukasi Penetasan Burung Gosong memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berdampak sosial dan ekonomi, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Perahu nelayan bertanda PLN Peduli yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas wisata edukasi konservasi Burung Gosong di kawasan pesisir Halmahera Utara. (Dok. PLN UIP MPA)

Lebih lanjut, Nur Hardiyanto menambahkan bahwa hasil evaluasi berbasis SROI dan IKM akan menjadi dasar pengembangan dan replikasi program serupa ke depan.

“Pengukuran dampak menjadi pijakan penting bagi PLN dalam menyempurnakan dan mereplikasi program pemberdayaan berbasis konservasi agar semakin tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Melalui program ini, PLN UIP MPA menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan yang tidak hanya menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui wisata edukasi yang berkelanjutan. (*)

 

*Artikel ini merupakan kerja sama antara PapuaBaratNews dan PLN

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *