Papuabaratnews.id, Manokwari – Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) bekerja sama dengan Pusat Kajian Kepemudaan (PUSKAMUDA) menggelar Pelatihan Literasi dan Numerasi bagi kepala sekolah dan guru kelas awal dari Distrik Testega, Taige, dan Minyambouw.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Desember 2025 di Manokwari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan dasar di Pegaf.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Pegunungan Arfak, Deny Agustinus Ngutra, menegaskan bahwa kemampuan literasi dan numerasi merupakan dasar bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Literasi dan numerasi adalah fondasi utama pendidikan dasar. Kualitas pembelajaran di kelas awal menentukan keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya,” ujar Deny.
Ia menambahkan bahwa anak-anak Pegaf berhak mendapatkan pembelajaran yang berkualitas sejak dini.
“Sebab itu guru-guru harus bisa menghadirkan kegiatan belajar kreatif sesuai kebutuhan anak-anak,” jelasnya.
Menurut Deny, pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk PUSKAMUDA, untuk merealisasikan perbaikan mutu dan kualitas pendidikan dasar di Pegaf.
“Caranya dengan meningkatkan kapasitas guru, memperbaiki manajemen sekolah, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi anak-anak,” ujarnya.
Deny kembali menekankan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas guru dan mutu manajemen sekolah sebagai bagian dari agenda besar peningkatan kualitas pendidikan di Pegaf.
“Saya berharap para guru mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan metode belajar kreatif, menyenangkan, dan sesuai kebutuhan anak,” pesan Deny Agustinus Ngutra.

Direktur PUSKAMUDA, Rissalwan Habdy Lubis, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pemkab Pegaf menjadi langkah strategis untuk memperluas program peningkatan literasi dan numerasi bagi guru maupun siswa.
Program ini merupakan bentuk replikasi dan perluasan kegiatan pendampingan literasi dan numerasi kelas awal yang sebelumnya diinisiasi UNICEF sejak pertengahan 2024.
Menurut Rissalwan, kerja sama tersebut memungkinkan perluasan cakupan program secara bertahap ke sekolah-sekolah lain di Pegaf. Penentuan sekolah dilakukan oleh Dinas Pendidikan berdasarkan kebutuhan peningkatan literasi dan numerasi melalui hasil penilaian tahunan.
Program pendampingan tersebut mencakup pelatihan guru dan kepala sekolah, pendampingan oleh fasilitator berpengalaman, penyediaan sudut baca di kelas, pengukuran EGRA dan EGMA, penguatan KKG, serta monitoring IKG.
Rissalwan menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengajaran di kelas awal akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap upaya ini melahirkan generasi muda Pegaf yang cerdas dan mampu menjadi aktor utama pembangunan daerah di masa depan,” katanya.
Pelatihan yang diikuti puluhan guru dan kepala sekolah tersebut berlangsung interaktif. Para fasilitator memandu praktik pengajaran, diskusi metode pembelajaran, hingga simulasi kegiatan literasi dan numerasi di kelas.
Disdikpora Pegaf menargetkan seluruh sekolah dasar di Pegaf dapat masuk dalam skema pendampingan dalam beberapa tahun ke depan sehingga kualitas pembelajaran kelas awal semakin merata. (pbn)


***
***





