Pertumbuhan volume transaksi capai 649 persen; adopsi layanan digital BI terus meluas
Papuabaratnews.id, Manokwari — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat mencatat transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Papua Barat mencapai Rp1,42 triliun hingga Oktober 2025. Jumlah tersebut berasal dari 13,20 juta transaksi, atau tumbuh 649 persen secara tahunan (yoy).
“Kenaikan ini menunjukkan lonjakan signifikan penggunaan QRIS, dengan pertumbuhan nominal transaksi mencapai 377 persen (yoy),” kata Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Setian, di Manokwari, Selasa (2/12/2025).
Tren serupa terjadi di Papua Barat Daya. Wilayah tersebut mencatat nilai transaksi QRIS sebesar Rp1,99 triliun atau meningkat 324 persen (yoy), dengan volume 18,33 juta transaksi atau naik 493 persen (yoy).
“Lonjakan ini menegaskan QRIS menjadi salah satu pilihan utama masyarakat, sekaligus memperkuat budaya transaksi digital di kedua provinsi,” tambah Setian.
Ia menjelaskan, perluasan transaksi digital turut didorong oleh peningkatan ekosistem pengguna. Hingga Oktober 2025, jumlah merchant QRIS di Papua Barat mencapai 58.216 (tumbuh 21,01 persen yoy), terutama dari sektor UMKM, perdagangan, kuliner, dan jasa.
Pengguna QRIS juga meningkat menjadi 114.184 orang atau naik 7,44 persen (yoy), dengan tambahan 5.670 pengguna baru sepanjang Januari–Oktober 2025.
Selain QRIS, layanan BI-FAST juga mencatat akselerasi kuat di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Total frekuensi transaksi outgoing mencapai 11,31 juta transaksi (+19,21 persen yoy), sementara incoming mencapai 10,32 juta transaksi (+24,86 persen yoy). Dari sisi nominal, transaksi outgoing tercatat Rp21,66 triliun (+9,57 persen yoy) dan incoming Rp20,11 triliun (+12,24 persen yoy).
“Peningkatan ini menunjukkan preferensi masyarakat terhadap metode transfer cepat dan berbiaya rendah sebagai alternatif utama transaksi antar-bank,” ujarnya.
Setian menambahkan, akselerasi pembayaran digital pada 2025 ditopang oleh sejumlah program inovatif BI, seperti QRIS SIJO, Qasuari Merah, dan Qristal Kasuari. Program-program tersebut bertujuan memperluas adopsi QRIS, memperkuat kapabilitas UMKM, serta memberikan pengalaman transaksi digital yang aman dan efisien.
BI Papua Barat menegaskan komitmennya mendukung transformasi ekonomi daerah melalui penguatan digitalisasi sistem pembayaran, termasuk optimalisasi QRIS, BI-FAST, serta perluasan literasi keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha. (pbn)


***
***





