Diversifikasi pasokan dari Ambon dan Jayapura jadi langkah antisipasi dampak geopolitik global.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Pertamina Patra Niaga bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Manokwari memperkuat koordinasi guna memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat di tengah dinamika geopolitik global.
Langkah strategis yang dilakukan adalah diversifikasi titik suplai LPG, tidak lagi bergantung pada pasokan dari Surabaya dan Makassar, tetapi juga diperluas ke Ambon dan Jayapura.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan langkah ini penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi di Papua Barat.
“Diversifikasi suplai menjadi bagian dari upaya membangun rantai distribusi yang kuat dan mandiri, sehingga stok LPG di tingkat agen tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/4/2026).
Menurutnya, pola suplai yang terintegrasi di wilayah Papua Maluku akan membantu Pertamina dalam merencanakan distribusi secara lebih efektif dan mengurangi ketergantungan terhadap wilayah lain.
“Dengan pola suplai yang terintegrasi dalam satu wilayah ini dapat mengurangi ketergantungan terhadap kondisi stok dan suplai dari Surabaya dan Makassar. Dengan demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku dapat mengatur perencanaan suplai dengan lebih matang sehingga mampu menjamin ketersediaan LPG di tingkat agen untuk dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Pjs. Kepala Disperindagkop Kabupaten Manokwari, Yahya Maabuat, mengapresiasi langkah Pertamina yang dinilai responsif dalam menghadapi situasi global yang berdampak pada sektor energi.
Ia menegaskan pentingnya pengawasan distribusi di tingkat daerah guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat.
“Kita semua memahami kondisi saat ini. Di tingkat daerah, pengawasan serta pengaturan distribusi secara optimal menjadi penting untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi di lapangan,” jelasnya.
Yahya menambahkan, diversifikasi suplai merupakan langkah yang baik untuk memastikan ketersediaan LPG. Informasi mengenai pola suplai ini juga perlu dikomunikasikan dan disosialisasikan secara luas kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi publik sekaligus edukasi.
“Pertamina diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah serta bersama-sama menyampaikan informasi secara lengkap kepada masyarakat terkait dampak kondisi geopolitik saat ini. Hal ini penting untuk mengantisipasi potensi kesalahpahaman serta mencegah beredarnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Yahya. (pbn)


***
***





