banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Kakak Marsinah kepada Prabowo: Hapus Outsourcing, Sejahterakan Buruh

Adik aktivis buruh Marsinah, Wijiyati, mencium foto kakaknya usai mengikuti upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo menganugerahkan gelar tersebut kepada 10 tokoh berjasa bagi Indonesia, termasuk Marsinah yang dikenal sebagai simbol perjuangan buruh. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
banner 120x600

Marsini berharap perjuangan sang adik yang kini dianugerahi gelar Pahlawan Nasional menjadi inspirasi bagi buruh untuk terus memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.

 Papuabaratnews.id, Jakarta –- Kakak dari Pahlawan Nasional Marsinah, Marsini, menitipkan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghapus praktik alih daya atau outsourcing di sektor tenaga kerja. Ia berharap kebijakan pemerintah, termasuk penetapan upah minimum, benar-benar berpihak pada kesejahteraan buruh.

banner 325x300

Marsini menyampaikan pesan itu seusai mewakili keluarga hadir dalam Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah atas perjuangannya dalam membela hak-hak kaum buruh.

“Kalau outsourcing tiga bulan selesai, tiga bulan selesai. Itu bisa membuat rumah tangga tidak stabil. Saya berharap pemerintah, terutama Pak Prabowo, dapat menghapus outsourcing seperti dulu,” ujar Marsini dengan nada haru.

Ia menilai sistem kerja alih daya menyebabkan ketidakpastian bagi pekerja dan berdampak terhadap kestabilan kehidupan keluarga buruh. Bagi Marsini, perjuangan Marsinah tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk seluruh pekerja Indonesia yang menginginkan kehidupan yang layak.

“Harapan kami kepada teman-teman buruh, semoga dengan adanya UMR itu bisa mencukupi kehidupan lebih layak. Dulu Marsinah sampai makan hanya dua kali sehari,” tuturnya.

Marsini juga berpesan agar semangat perjuangan sang adik terus hidup di hati para buruh. Ia mengenang cita-cita Marsinah yang ingin kuliah dan memperjuangkan nasib kaum pekerja agar tidak lagi mengalami kesulitan seperti dirinya. Namun, cita-cita itu tak pernah terwujud karena kondisi ekonomi keluarga.

“Perjuangan Marsinah semoga terus dilanjutkan oleh teman-temannya. Banyak dari mereka yang dulu masih kecil, sekarang sudah bisa berjuang,” katanya dengan suara bergetar.

Ia pun mengajak seluruh buruh di Indonesia untuk tidak melupakan perjuangan Marsinah, yang hingga akhir hayat tetap bersuara untuk keadilan dan kesejahteraan kaum pekerja.

“Tetaplah berjuang. Ingatlah Marsinah yang tidak sempat punya anak. Kami mohon doa agar Marsinah tenang di sana,” ucapnya.

Presiden RI Prabowo Subianto dalam kesempatan itu menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh yang dinilai berjasa besar bagi bangsa dan negara. Penganugerahan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Marsinah dinilai layak memperoleh gelar Pahlawan Nasional di bidang perjuangan sosial dan kemanusiaan. Ia dikenal sebagai simbol keberanian dan moral dalam memperjuangkan hak asasi manusia dari kalangan rakyat kecil.

“Marsinah adalah simbol keberanian, moral, dan perjuangan hak asasi manusia dari kalangan rakyat biasa. Lahir di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, ia tumbuh dalam keluarga petani miskin yang menanamkan nilai kerja dan keadilan sosial,” demikian petikan pembacaan informasi resmi di Istana Negara, Jakarta. (ant/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *