banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Opini  

Beras Premium Menghilang

Beras premium menghilang dari rak-rak toko retail. (Dok Istimewa)
banner 120x600

Ironi pangan kini menghantui dapur-dapur rumah tangga di Manokwari. Di tengah klaim pemerintah bahwa stok beras nasional aman, fakta di lapangan berkata lain: beras premium kian sulit ditemukan. Merek-merek yang biasa menjadi pilihan konsumen, seperti “Putri Koki”, nyaris tak lagi tersedia di rak-rak toko. Jika pun ada, stoknya sudah lama mengendap dan dijual dengan harga selangit—sekitar Rp 18 ribu per kilogram.

Situasi ini tidak bisa dianggap sepele. Beras bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan pokok rakyat. Ketika harga melambung dan pasokan menghilang, yang paling menderita adalah masyarakat kecil: ibu rumah tangga yang harus memutar otak, pedagang warung yang kehilangan pembeli, hingga konsumen menengah yang terpaksa menurunkan standar konsumsi.

banner 325x300

Akar masalah kelangkaan ini sudah jelas. Pertama, harga gabah yang terus naik membuat produsen menahan diri. Kedua, kasus beras oplosan memicu trauma dan kehati-hatian berlebihan di kalangan produsen maupun peritel. Akibatnya, beras premium yang semestinya beredar justru tertahan di gudang, bukan di meja makan rakyat. Yang lebih mengkhawatirkan, ritel modern memperketat standar hingga banyak produk gagal masuk rak, sementara produsen dicekam ketakutan menjual produk yang bisa saja dicap “ilegal”.

Apakah semua alasan ini cukup untuk membiarkan rakyat dibiarkan berjibaku mencari beras dengan harga wajar? Pemerintah daerah dan pusat mestinya tidak sekadar sibuk membuat pernyataan “stok aman”. Yang dibutuhkan adalah langkah nyata: menstabilkan distribusi, membuka jalur suplai yang macet, dan memberi kepastian regulasi agar produsen dan peritel tidak lagi bermain aman dengan mengorbankan konsumen.

Kelangkaan beras premium di Manokwari adalah cermin rapuhnya tata kelola pangan kita. Transparansi distribusi dan pengawasan harga harus diperkuat. Jika tidak, dapur rakyat akan terus dicekik oleh kebijakan setengah hati dan kegagapan negara dalam menjaga kebutuhan pokok.

Beras tidak boleh hilang dari meja rakyat. Negara wajib memastikan ketersediaan pangan bukan hanya di atas kertas, tapi nyata di rak-rak toko dan di piring-piring masyarakat. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *