banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Dua Pelajar Papua Barat Lolos Final OGI 2025, Siap Harumkan Daerah di Jakarta

Pembimbingan dalam persiapan untuk Olimpiade Genomik Indonesia 2025. (Dok bp Indonesia)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Teluk Bintuni – Dunia pendidikan Papua Barat kembali menorehkan prestasi gemilang. Dua pelajar dari Kabupaten Teluk Bintuni dan Fakfak berhasil melaju ke babak final Olimpiade Genomik Indonesia (OGI) 2025, ajang ilmiah berskala nasional yang memperkenalkan ilmu genomik secara inklusif kepada siswa SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia.

Kedua finalis itu adalah Berheta Simuna, siswi kelas XII SMA Negeri Saengga, Teluk Bintuni, dan Varrent Vemaria Val Rooey, siswi kelas VI SD Inpres Kokas, Fakfak. Keduanya akan bersaing di Jakarta pada 22–24 Agustus 2025, dalam serangkaian ujian teori, analisis, hingga eksperimen langsung yang menuntut ketelitian, logika, dan kreativitas.

banner 325x300
Berheta Simuna siswi kelas XII dari SMA Negeri Saengga, Kabupaten Teluk Bintuni belajar dalam rangka Olimpiade Genomik Indonesia 2025. (Dok bp Indonesia)

Perjalanan menuju final tidaklah mudah. Dari 4.659 peserta di seluruh Indonesia, hanya segelintir yang berhasil lolos. Di Teluk Bintuni dan Fakfak sendiri, terdapat 89 pendaftar dengan 10 siswa yang sempat melaju ke semifinal. Para peserta mendapat pendampingan intensif dari fasilitator Indonesia Mengajar bersama para guru, meliputi materi biologi dasar, pewarisan sifat, bioteknologi, hingga bioinformatika. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari bp Indonesia yang konsisten berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan di Papua Barat.

Varrent mengaku bangga bisa membawa nama baik sekolah dan daerahnya ke panggung nasional.

“Perasaanku sangat bahagia karena bisa membanggakan orang tuaku. Sekarang aku sedang mempersiapkan diri dengan belajar lebih keras dan menjaga kesehatan. Terima kasih kepada para guru, bp, dan Indonesia Mengajar atas kesempatan ini. Sampai bertemu di Jakarta!” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Berheta mengungkapkan rasa haru saat mengetahui dirinya lolos final.

“Rasanya terharu dan bahagia. Orang tua saya sampai kaget saat saya beri kabar. Terima kasih untuk Indonesia Mengajar yang mendampingi sejak awal melalui kak Dei, dan untuk bp yang sudah memfasilitasi saya berangkat dari Papua Barat ke Jakarta,” tuturnya.

Varrent Vemaria Val Rooey, siswi kelas VI dari SD Inpres Kokas, Kabupaten Fakfak. (Dok bp Indonesua)

Prestasi ini melengkapi berbagai dukungan bp Indonesia terhadap pendidikan di Teluk Bintuni dan Fakfak. Sejumlah capaian sebelumnya di antaranya 29 pelajar Teluk Bintuni mengikuti program AFS STEM Innovator, dua guru asal Tomu dan Bintuni terpilih ke AFS Youth Assembly di New York, serta lebih dari 1.400 pelajar Papua memperoleh beasiswa pendidikan dari Tangguh LNG. Selain itu, bp juga mendukung sekolah percontohan dan menyediakan honorarium bagi 32 guru kontrak di wilayah operasi Tangguh LNG.

OGI sendiri bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan pendidikan yang membuka akses sains masa depan bagi anak-anak Indonesia dari berbagai latar belakang. Keberhasilan Berheta dan Varrent menjadi bukti bahwa potensi besar bisa lahir dari mana saja, selama ada ruang, dukungan, dan kesempatan yang setara.

Semoga langkah keduanya di Jakarta nanti mampu menginspirasi lebih banyak pelajar Papua Barat untuk berani bermimpi dan berprestasi, baik di tingkat nasional maupun global. (rls/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *