banner 468x60 *** banner 468x60 ***

BPS: Cakalang, Tuna dan Tomat Jadi Penyumbang Inflasi Papua Barat Bulan November

Kepala BPS Papua Barat Merry menjelaskan perkembangan inflasi pada November 2024 di Manokwari, Papua Barat, Senin (2/12/2024). (PBNEWS/Sam Sirken)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari —   Badan Pusat Statistik Papua Barat mencatat ikan cakalang, ikan tuna dan tomat menjadi tiga komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi Papua Barat pada November 2024 secara bulanan (month to month) dengan andil masing-masing sebesar 0,44 persen, 0,21 persen dan 0,18 persen.

“Selain tiga komoditas utama itu, ada tarif angkutan udara dan bawang putih juga memberikan andil masing-masing sebesar 0,07 persen dan 0,06 persen,” kata Kepala BPS Papua Barat, Merry di Manokwari, Senin (2/11/2024).

banner 325x300

Adapun inflasi Papua Barat bulan November 2024 terhadap Oktober 2024 tercatat sebesar 0,74 persen atau lebih tinggi ketimbang nasional yakni di angka 0,30 persen.

“Angka inflasi bulan November ini berbanding terbalik dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun sebelumnya yang terjadi deflasi,” ujar Merry.

Adapun berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang utama inflasi bulan November 2024 adalah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, dengan kontribusi sebesar 0,63 persen.

“Kelompok transportasi dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya juga memberikan andil signifikan memengaruhi tingkat inflasi bulanan, yaitu masing-masing 0,08 persen dan 0,03 persen,” ucap Merry.

Sementara itu, beras, ikan cakalang, ikan kakap merah, ikan tuna dan emas perhiasan menjadi lima komoditas utama penyumbang inflasi Papua Barat pada November 2024 secara tahunan (year-on-year) dengan andil masing-masing sebesar 0,54 persen, 0,35 persen, 0,26 persen, 0,20 persen dan 0,18 persen.

“Secara tahunan, inflasi bulan November 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 2,05 persen, namun lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,12 persen,” terangnya.

Ia menjelaskan kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami peningkatan indeks harga mencapai 6,97 persen (yoy) yang kemudian memberikan andil sebesar 2,38 persen terhadap inflasi tahunan secara keseluruhan.

Adapun kelompok Pendidikan dan Rekreasi, Olahraga, dan Budaya juga menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 4,54 persen dan 3,69 persen.

“Sebaliknya, kelompok Transportasi mengalami deflasi sebesar -2,08 persen secara tahunan,” ujarnya.

Menurut Merry, kondisi inflasi di Papua Barat ini menunjukkan dinamika harga yang dipengaruhi oleh ketersediaan bahan pangan lokal dan faktor lainnya.

“Komoditas seperti ikan cakalang dan tuna, yang merupakan hasil tangkapan utama di daerah ini, menjadi salah satu faktor dominan dalam pembentukan angka inflasi bulan November,” kata Merry. (sem)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *