Nilai ekspor Papua Barat Januari-Mei 2026 senilai 1.099,27 juta dolar AS atau turun 25,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat nilai ekspor Papua Barat selama Januari–Mei 2026 mencapai 1.099,27 juta dolar AS, atau turun 25,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 1.478,97 juta dolar AS.
Kepala BPS Papua Barat, Merry, mengatakan penurunan ekspor tersebut dipengaruhi oleh melemahnya ekspor migas maupun nonmigas sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
“Nilai ekspor Papua Barat Januari–Mei 2026 senilai 1.099,27 juta dolar AS atau turun 25,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Merry dalam konferensi pers di Manokwari, Rabu (1/7/2026).
Merry menjelaskan, nilai ekspor migas masih mendominasi struktur ekspor Papua Barat dengan nilai 1.088,96 juta dolar AS atau sekitar 98,14 persen dari total ekspor. Namun, dibandingkan Januari–Mei 2025, ekspor migas turun 25,80 persen, dari 1.467,70 juta dolar AS menjadi 1.088,96 juta dolar AS.
Sementara itu, ekspor nonmigas juga mengalami penurunan secara kumulatif sebesar 8,49 persen, dari 11,27 juta dolar AS menjadi 10,31 juta dolar AS, meskipun secara bulanan pada Mei 2026 mengalami peningkatan dibanding April 2026.
Secara bulanan, nilai ekspor Papua Barat pada Mei 2026 tercatat sebesar 134,33 juta dolar AS, turun 43,63 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 238,29 juta dolar AS. Dibandingkan Mei 2025, nilai ekspor juga merosot 50,77 persen. Penurunan tersebut terutama disebabkan melemahnya ekspor migas.
Menurut Merry, komoditas bahan bakar mineral masih menjadi penyumbang terbesar ekspor Papua Barat dengan nilai 131,84 juta dolar AS atau 98,14 persen dari total ekspor Mei 2026. Namun, nilainya turun 44,34 persen dibandingkan April 2026 yang mencapai 236,87 juta dolar AS.
Selain bahan bakar mineral, komoditas ekspor terbesar berikutnya adalah perhiasan/permata senilai 1,84 juta dolar AS atau berkontribusi 1,37 persen, diikuti garam, belerang, dan kapur sebesar 0,37 juta dolar AS atau 0,28 persen, serta kayu dan barang dari kayu sebesar 0,28 juta dolar AS atau 0,21 persen dari total ekspor Papua Barat pada Mei 2026.
Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama ekspor Papua Barat dengan nilai mencapai 117,82 juta dolar AS atau berkontribusi 87,71 persen terhadap total ekspor.
Posisi berikutnya ditempati Korea Selatan dengan nilai 14,04 juta dolar AS, disusul Hong Kong sebesar 1,84 juta dolar AS. Kedua negara tersebut secara bersama-sama menyumbang sekitar 11,82 persen terhadap total ekspor Papua Barat.
Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,37 juta dolar AS atau berkontribusi 0,28 persen, dengan Timor Leste menjadi tujuan utama. Adapun ekspor ke Uni Eropa mencapai 0,11 juta dolar AS atau berkontribusi 0,08 persen terhadap total ekspor.
BPS juga mencatat seluruh kegiatan ekspor Papua Barat pada Mei 2026 dilakukan melalui tiga pelabuhan laut dan satu pelabuhan udara.
Sementara itu, pada periode yang sama tidak terdapat dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk ke Papua Barat sehingga neraca perdagangan Papua Barat pada Mei 2026 kembali mencatat surplus sebesar 134,33 juta dolar AS. Dari sisi volume, neraca perdagangan juga mengalami surplus sebesar 324,53 ribu ton. (pbn)


***
***





