banner 468x60 *** banner 468x60 ***

bp Tandatangani Tiga Kontrak bagi Hasil Baru di Indonesia, Dua Blok Berada di Papua Barat

Peta wilayah operasi bp di Indonesia yang menunjukkan lokasi Blok Bintuni dan Drawa di Papua Barat serta Blok Barong di Jawa Timur. bp bersama mitra menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil (PSC) baru untuk mendukung pengembangan sektor migas dan ketahanan energi nasional. (Dok. Bp Indonesia)
banner 120x600

Dua wilayah eksplorasi baru, yakni Blok Bintuni dan Drawa di Papua Barat, dinilai berpotensi memperkuat pengembangan Tangguh LNG serta mendukung ketahanan energi nasional.

Papuabaratnews.id, Jakarta –- Perusahaan energi global bp bersama para mitranya menandatangani tiga Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) baru di Indonesia. Penandatanganan tersebut membuat total partisipasi bp di sektor minyak dan gas Indonesia kini mencapai 11 blok.

banner 325x300

Dua dari tiga PSC baru tersebut mencakup wilayah eksplorasi Blok Bintuni dan Blok Drawa yang berada di sekitar kawasan Tangguh LNG di Papua Barat, fasilitas gas alam cair yang dioperasikan bp. Kedekatan lokasi kedua blok itu dinilai membuka peluang percepatan pengembangan sumber daya energi di masa mendatang.

Selain di Papua Barat, bp juga berpartisipasi di Blok Barong di Jawa Timur yang dioperasikan oleh INPEX.

Penandatanganan PSC tersebut merupakan bagian dari Penawaran Wilayah Kerja Migas Tahap II Tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Perjanjian ditandatangani bp bersama Pemerintah Indonesia yang diwakili SKK Migas dan disaksikan langsung Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

Executive Vice President Gas Low Carbon Energy bp, William Lin, mengatakan kerja sama tersebut mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi Indonesia.

“Perjanjian ini mencerminkan komitmen jangka panjang bp untuk terus berinvestasi dan mendukung ketahanan energi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kami telah memiliki aset kelas dunia di Indonesia. Jika eksplorasi ini berhasil, kedekatan dua blok baru ini dengan fasilitas kami yang sudah ada akan mendukung pengembangan dan produksi sumber daya dari kedua blok tersebut di masa mendatang,” ujar William Lin.

Ia menambahkan, tahun 2026 juga menandai 60 tahun kehadiran bp di Indonesia. Menurutnya, bp akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra strategis guna mendukung ketahanan energi dan pembangunan nasional.

“Tahun ini menandai 60 tahun kehadiran bp di Indonesia. Melalui dedikasi tim regional kami serta fokus berkelanjutan pada keselamatan dan kinerja operasional, kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah dan para mitra untuk mendukung ketahanan energi dan tujuan pembangunan Indonesia ke depan,” tambahnya.

Penandatanganan kontrak berlangsung dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention Exhibition (IPA Convex) 2026. Mitra bp di Blok Bintuni dan Drawa terdiri dari CNOOC Southeast Asia Limited, MI Berau B.V. — perusahaan patungan antara INPEX Corporation dan Mitsubishi Corporation — serta Indonesia Natural Gas Resources Muturi, Inc., bagian dari LNG Japan Corporation.

Sementara itu, setelah penandatanganan perjanjian tersebut, bp tercatat memiliki kepemilikan 49 persen di Blok Barong bersama INPEX Corporation sebagai operator dengan kepemilikan 51 persen. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *