Edukasi harus dikemas menarik dan relevan dengan dunia generasi Z, sehingga dapat diterima dan mampu mencegah mereka terpapar HIV/AIDS.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat mendorong pengembangan pendekatan edukasi kreatif, partisipatif dan interaktif sesuai dengan karakter generasi Z guna mencegah kalangan pelajar serta mahasiswa terpapar HIV/AIDS.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Papua Barat Frans Abidondifu, mengatakan, pendekatan konvensional sudah tidak lagi efektif menjangkau generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem digital.
“Edukasi harus dikemas menarik dan relevan dengan dunia generasi Z, sehingga dapat diterima dan mampu mencegah mereka terpapar HIV/AIDS,” ujarnya di Manokwari, Minggu (12/4/2026) seperti dikutip Antara.
Menurut dia, berbagai momentum di sekolah seperti masa pengenalan siswa baru, perayaan hari ulang tahun sekolah, hingga acara pembagian rapor kenaikan kelas, dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi yang maksimal.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif, lomba kreatif, sekaligus pelibatan pelajar dalam mengampanyekan pesan-pesan kesehatan, termasuk membuka ruang diskusi yang didahului dengan materi sebagai dasar pemahaman.
“Ada banyak momentum di sekolah yang bisa dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pesan-pesan kesehatan bagi generasi muda, baik itu pelajar maupun mahasiswa,” kata Frans.
Ia menyebut, pendekatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat literasi digital dan kesehatan reproduksi guna mencegah perilaku berisiko yang berpotensi generasi muda tertular HIV/AIDS.
“Kita ingin upaya pencegahan ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga perilaku sosial, termasuk penggunaan media digital yang bijak,” katanya. (pbn)


***
***





