Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah hingga koordinasi dengan pemda.
Papuabaratnews.id, Sorong — Badan Pusat Statistik (BPS) akan menerjunkan sebanyak 829 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Papua Barat Daya yang berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Kepala BPS Papua Barat, Merry menjelaskan sensus ekonomi tersebut dilaksanakan secara nasional dan mencakup seluruh wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat Daya.
Ia mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah hingga koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Kami juga mendapat dukungan dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda (Sekretaris Daerah), serta seluruh jajaran di Papua Barat Daya,” ujarnya di Sorong, Kamis (19/2/2026).
Menurut dia, sensus ekonomi bertujuan mencatat seluruh aktivitas usaha untuk memotret struktur dan klasifikasi ekonomi daerah, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun besar.
Data yang dihimpun, lanjutnya, akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program yang tepat sasaran, termasuk dukungan permodalan dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Karena itu kami berharap masyarakat, khususnya pelaku usaha, dapat menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar. Petugas akan mendatangi langsung pelaku usaha secara door to door,” katanya.
Ia menegaskan pendataan mencakup seluruh pelaku usaha, termasuk pedagang kaki lima, mama-mama yang berjualan di pinggir jalan, pelaku usaha di lorong-lorong maupun yang memiliki tempat usaha tetap.
Merry juga memastikan kerahasiaan data responden terjamin sesuai undang-undang. Data yang dikumpulkan tidak akan dipublikasikan secara individu, melainkan disajikan dalam bentuk agregat untuk kepentingan perencanaan pembangunan.
“Data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan dipublikasikan secara agregat, bukan perorangan atau per usaha,” ujarnya. (ant)


***
***





