Berita  

TPHBun Papua Barat Serahkan Bantuan Sarana Pengolahan Kopi ke Kelompok Tani Kwau

Petugas Dinas TPHBun Provinsi Papua Barat bersama Kelompok Tani Markisa berfoto bersama di Unit Pengolahan Hasil (UPH) kopi di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Manokwari, usai penyerahan bantuan sarana pengolahan kopi dari dana otsus tahun 2025. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Dorong nilai tambah kopi Pegunungan Arfak melalui Program Papua Barat Produktif.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Provinsi Papua Barat menyerahkan bantuan sarana pengolahan kopi kepada Kelompok Tani Markisa di Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Manokwari.

banner 325x300

Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPHBun Papua Barat Benidiktus Hery Wijayanto, mengatakan bantuan tersebut bertujuan mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

“Kami sudah salurkan sarana pengolahan kopi untuk kelompok tani di Kampung Kwau,” kata Hery di Manokwari, Rabu (17/12/2025).

Menurut dia, penggunaan sarana pengolahan pascapanen komoditas kopi Pegunungan Arfak berdampak positif terhadap kualitas sekaligus memperkuat daya saing kopi lokal di pasaran nasional, bahkan internasional.

Bantuan yang disalurkan meliputi, satu bangunan unit pengolahan hasil (UPH) disertai peralatan seperti mesin pengupas kulit kopi kering, mesin pengupas kulit kopi basah, mesin sangrai, dan mesin penggiling.

“Supaya pengolahan kopi jenis arabika maupun robusta semakin modern, higienis, dan berkelanjutan yang kemudian memacu peningkatan nilai jual,” ujar Hery.

Ia menyebut, ketersediaan sarana pengolahan yang memadai menjadi faktor penting menjaga mutur kopi, mulai dari proses panen hingga pengemasan sekaligus membuka peluang usaha berbasis komunitas.

Bantuan sarana pengolahan kopi yang disalurkan kepada kelompok tani di Kampung Kwau bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) tahun 2025 melalui program prioritas Papua Produktif pada Dinas TPHBun.

“Program Papua Barat Produktif merupakan satu dari tiga program prioritas Gubernur Dominggus Mandacan untuk memperkuat ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Melalui program itu, kata dia, pemerintah provinsi berkomitmen mendorong kemandirian kelompok tani, memperkuat kelembagaan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh Papua Barat.

Kelompok tani penerima bantuan diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal, sehingga produksi kopi dari Kampung Kwau semakin dikenal luas sebagai salah satu komoditas unggulan.

“Kami berharap setiap bantuan yang sudah diserahkan, dapat digunakan sebagaimana mestinya,” ucap Hery. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *