banner 468x60 *** banner 468x60 ***

BPS Catat Papua Barat Alami Deflasi Tahunan pada Maret 2025

Tangkapan layar - Kepala BPS Papua Barat, Merry memaparkan kondisi deflasi Papua Barat pada Maret 2025 dalam konferensi pers secara daring di Manokwari, Selasa (8/4/20205). (Papuabaratnews.id/Sam Sirken)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Papua Barat mengalami deflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Maret 2025, yakni 0,23 persen yoy.

“Deflasi tahunan Maret 2025 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun berbanding terbalik dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang terjadi inflasi,” ujar Kepala BPS Papua Barat, Merry dalam konferensi pers di Manokwari, Selasa (8/4/20205).

banner 325x300

Ia menerangkan, penyumbang utama deflasi Maret 2025 secara tahunan adalah kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,62 persen, dengan komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi di provinsi tersebut adalah tarif listrik sebesar 0,37 persen.

“Komoditas penyumbang deflasi lainnya adalah ikan cakalang sebesar 0,32 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,22 persen, beras sebesar 0,21 persen dan tomat sebesar 0,17 persen,” jelasnya.

Merry juga menuturkan inflasi bulanan atau  month-to-month (mtm) pada Maret 2025 sebesar 2,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37.

Ia menyebut penyumbang utama inflasi Maret 2025 secara bulanan adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 15,88 persen dengan andil inflasi 2,26 persen, dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah tarif listrik sebesar 2,26 persen.

“Komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah ikan kakap merah, ikan cakalang, bawang putih dan bawang merah,” ucapnya.

Infografik situasi deflasi Papua Barat pada Maret 2025. (Sumber: BPS Papua Barat)

Sebelumnya pada Februari 2025, Papua Barat merupakan provinsi dengan deflasi tahunan terdalam, yakni sebesar 1,98 persen year-on-year (yoy). BPS menyebut daflasi terjadi karena adanya penyesuaian harga komoditas.

“Papua Barat selama ini mengalami kenaikan inflasi yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, kemudian ada penyesuaian harga (sehingga terjadi deflasi),” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (4/3).

Adapun deflasi tahunan pada Februari 2025 terjadi di Papua Barat sebesar 1,98 persen year-on-year (yoy) dengan IHK sebesar 103,98. Sementara deflasi bulanan sebesar 1,41 persen month-to-month (mtm). (sem/pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *