Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Papua Barat mengalami deflasi secara tahunan atau year-on-year (yoy) pada Maret 2025, yakni 0,23 persen yoy.
“Deflasi tahunan Maret 2025 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun berbanding terbalik dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang terjadi inflasi,” ujar Kepala BPS Papua Barat, Merry dalam konferensi pers di Manokwari, Selasa (8/4/20205).
Ia menerangkan, penyumbang utama deflasi Maret 2025 secara tahunan adalah kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,62 persen, dengan komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap deflasi di provinsi tersebut adalah tarif listrik sebesar 0,37 persen.
“Komoditas penyumbang deflasi lainnya adalah ikan cakalang sebesar 0,32 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,22 persen, beras sebesar 0,21 persen dan tomat sebesar 0,17 persen,” jelasnya.
Merry juga menuturkan inflasi bulanan atau month-to-month (mtm) pada Maret 2025 sebesar 2,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,37.
Ia menyebut penyumbang utama inflasi Maret 2025 secara bulanan adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 15,88 persen dengan andil inflasi 2,26 persen, dengan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok tersebut adalah tarif listrik sebesar 2,26 persen.
“Komoditas penyumbang inflasi lainnya adalah ikan kakap merah, ikan cakalang, bawang putih dan bawang merah,” ucapnya.

Sebelumnya pada Februari 2025, Papua Barat merupakan provinsi dengan deflasi tahunan terdalam, yakni sebesar 1,98 persen year-on-year (yoy). BPS menyebut daflasi terjadi karena adanya penyesuaian harga komoditas.
“Papua Barat selama ini mengalami kenaikan inflasi yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir, kemudian ada penyesuaian harga (sehingga terjadi deflasi),” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Senin (4/3).
Adapun deflasi tahunan pada Februari 2025 terjadi di Papua Barat sebesar 1,98 persen year-on-year (yoy) dengan IHK sebesar 103,98. Sementara deflasi bulanan sebesar 1,41 persen month-to-month (mtm). (sem/pbn)


***
***





