Papuabaratnews.id, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat wilayah Papua Barat pada Desember 2024 mengalami inflasi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar 2,53 persen.
Kepala BPS Papua Barat Merry mengatakan inflasi Desember 2024 itu lebih tinggi dibanding Desember 2023, yang mencapai 2,39 persen yoy. Sementara, inflasi Desember 2024 lebih rendah jika dibanding November 2024, yang mencapai 2,84 persen.
“Angka ini mencerminkan stabilitas harga yang tetap terjaga sepanjang tahun,” ujarnya dalam siaran pers di Manokwari, Papua Barat, Kamis (2/1/2024).
Merry menjelaskan bahwa kenaikan harga sejumlah komoditas menjadi faktor utama penyumbang inflasi di Desember 2024. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar sebesar 2,50 persen terhadap inflasi tahunan.
“Komoditas ikan cakalang tercatat memberikan kontribusi tertinggi terhadap inflasi dengan andil sebesar 0,59 persen,” jelasnya.
Selain itu, kata Merry, kenaikan harga pada beras dan ikan tuna masing-masing menyumbang 0,31 persen, bawang putih menyumbang 0,20 persen, dan emas perhiasan menyumbang 0,17 persen.
Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti tarif angkutan udara sebesar -0,39 persen, bensin sebesar -0,23 persen, dan cabai rawit sebesar -0,08 persen.
“Penurunan ini membantu menahan laju inflasi secara keseluruhan,” ucapnya.
Secara bulanan (month-to-month), inflasi Papua Barat pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,34 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi penyumbang utama dengan andil 0,50 persen.
“Komoditas yang memberikan kontribusi inflasi bulanan terbesar adalah ikan cakalang (0,14 persen), tomat (0,12 persen), dan bawang merah (0,08 persen),” katanya.
BPS Papua Barat mencatat bahwa meskipun inflasi tahunan Desember 2024 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, kestabilan harga menunjukkan pengelolaan inflasi yang cukup baik di wilayah tersebut.
“Pemerintah daerah diharapkan terus memantau dan menjaga stabilitas harga, terutama pada kelompok komoditas pangan yang memberikan pengaruh signifikan terhadap inflasi,” kata Merry. (sem/pbn)


***
***





