Papuabaratnews, Manokwari – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus ke Provinsi Papua Barat periode Januari-Oktober 2024 meningkat 54,73 persen dibanding periode yang sama tahun 2023, yaitu dari 17.510 menjadi 27.093 perjalanan.
Kepala BPS Papua Barat Merry mengatakan sepanjang Januari-Oktober 2024, jumlah perjalanan wisnus tertinggi terjadi pada bulan April yang hampir mencapai sekitar 60 ribu perjalanan. Menurut Merry, tren ini menunjukkan potensi besar sektor pariwisata di wilayah ini.
“Kami melihat peningkatan yang signifikan dalam kunjungan wisatawan nusantara. Ini mengindikasikan bahwa Papua Barat berpotensi menjadi pilihan tujuan wisata domestik,” ujar Merry dalam konferensi pers di Manokwari, Senin (2/12/2024).
Selain peningkatan jumlah perjalanan wisnus, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Papua Barat juga mengalami lonjakan. Pada Oktober 2024, TPK tercatat mencapai 53,90 persen, naik 10,67 poin persen secara bulanan dan 6,51 poin persen secara tahunan.
“Kenaikan TPK ini menunjukkan peningkatan aktivitas sektor akomodasi. Wisatawan yang datang tidak hanya singgah, tetapi juga menginap lebih lama,” tambah Merry.
Data BPS juga mencatat bahwa Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel Papua Barat meningkat menjadi 1,46 hari pada Oktober 2024. Angka ini naik sebesar 0,22 hari dibandingkan bulan sebelumnya dan 0,06 hari dibandingkan tahun lalu.
Menurut Merry, kombinasi peningkatan kunjungan, TPK, dan RLMT menegaskan bahwa sektor pariwisata Papua Barat sedang tumbuh.
“Hal ini perlu dimanfaatkan dengan penguatan infrastruktur wisata, promosi yang lebih masif, dan peningkatan kualitas layanan, sehingga wisatawan tertarik untuk kembali berkunjung,” katanya.
Dengan tren positif ini, BPS Papua Barat optimis bahwa sektor pariwisata bisa menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, mendukung pembangunan berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan ini, Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mengatakan Pemerintah Provinsi terus mendorong pengembangan potensi pariwisata yang ada di wilayah Papua Barat.
Salah satunya bersama Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) menyelenggarakan Kompetisi Surfing Internasional 2024 di Pantai Amban, Kabupaten Manokwari, selama lima hari pada 1-5 Desember 2024.
“Even berskala internasional tersebut merupakan upaya pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten untuk mendorong pengembangan potensi pariwisata yang spesifik, dan Manokwari ada potensi olahraga selancar,” katanya.
Ia mengakui bahwa promosi potensi selancar ombak atau surfing belum dilakukan secara masif, meski demikian pelaksanaan even berskala internasional itu telah menghadirkan 40 atlet dari tujuh negara dan sejumlah daerah di Indonesia.
“Harapan kita even ini berdampak positif terhadap upaya pemerintah daerah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke wilayah Papua Barat,” ucapnya.
Ali Baham berharap even selancar ombak itu naik level dari QS1000 menjadi QS3000 hingga QS5000, maka semakin banyak atlet selancar internasional bisa ikut. Dengan begitu kunjungan wisatawan pun akan meningkat.
“Jika wisatawan meningkat, maka sektor akomodasi hotel bisa dibangun di wilayah Amban Pantai,” kata Ali Baham. (sem)


***
***





