banner 468x60

Bukan Sekadar Ukur Lahan, PLN Siapkan Langkah Penting untuk Percepatan PLTM Wabudori

BAHAS PENYIAPAN LAHAN: Bupati Supiori Heronimus Mansoben (kanan) menerima jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) dalam audiensi membahas percepatan pengukuran dan penetapan batas lahan pembangunan PLTM Wabudori di Kantor Bupati Supiori, Rabu (7/10/2026). PLN menyiapkan pembentukan tim bersama Kantor Pertanahan Biak untuk menindaklanjuti pengukuran lahan seluas sekitar 4,4 hektare. (Foto: Dok. PLN UIP MPA)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Supiori – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) menargetkan pengukuran lahan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori di Kabupaten Supiori, Papua, dapat dimulai paling lambat pekan depan.

Pengukuran lahan seluas sekitar 4,4 hektare tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum PLN melanjutkan pekerjaan di lokasi pembangunan pembangkit listrik.

banner 325x300

Untuk mempercepat proses tersebut, PLN tengah menyiapkan pembentukan tim bersama Kantor Pertanahan Biak yang akan melakukan pengukuran sekaligus menetapkan batas definitif lahan yang dibutuhkan.

Langkah itu dibahas dalam audiensi antara jajaran PLN UIP MPA dan Bupati Supiori Heronimus Mansoben di ruang kerja Kantor Bupati Supiori, Rabu (7/10/2026).

Manager Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 3 (UPP MPA 3), Rahmat Hidayat, yang hadir bersama tim PLN, menjelaskan bahwa koordinasi dengan Kantor Pertanahan Biak telah dilakukan untuk mempersiapkan pengukuran lahan.

Menurutnya, pembentukan tim bersama menjadi langkah awal yang harus segera diselesaikan agar pengukuran dan penetapan batas lahan dapat dilaksanakan sesuai rencana.

“Kami mendorong agar pembentukan tim bersama pihak pertanahan dapat segera diselesaikan sehingga pengukuran dan penetapan batas lahan bisa dilaksanakan sesuai rencana. Setelah itu, kami akan melanjutkan koordinasi untuk pemasangan patok, persetujuan pekerjaan yang diperlukan, serta sosialisasi kepada pihak terkait dan masyarakat,” jelas Rahmat.

Setelah pengukuran selesai, PLN akan melanjutkan tahapan pemasangan patok batas lahan. Proses berikutnya mencakup pengurusan perizinan atau persetujuan untuk pekerjaan pengecoran yang diperlukan di lokasi pembangunan.

PLN juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pihak terkait sebelum pekerjaan lanjutan dilaksanakan.

Seluruh tahapan tersebut akan dikoordinasikan kembali dengan Pemerintah Kabupaten Supiori guna memastikan proses penyiapan lahan berjalan sesuai ketentuan.

Pemkab Supiori Dukung Percepatan

Bupati Supiori Heronimus Mansoben menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap langkah PLN dalam mempercepat penyiapan lahan pembangunan PLTM Wabudori.

Ia berharap koordinasi antara PLN, Kantor Pertanahan Biak, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat agar berbagai kendala yang muncul dapat segera diselesaikan.

“Pemerintah daerah mendukung langkah PLN dalam menindaklanjuti pembangunan PLTM Wabudori. Kami berharap koordinasi dengan pihak pertanahan dan seluruh pihak terkait terus berjalan baik, sehingga kendala yang muncul dapat ditangani dan pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Supiori,” ujar Heronimus.

Dukungan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat memperlancar proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan di lapangan, khususnya dalam memastikan kejelasan batas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik.

Sementara itu, General Manager PLN UIP MPA, Abdul Haris, menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus didukung kesiapan seluruh tahapan pekerjaan.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi pertanahan diperlukan agar proses penyiapan lahan dapat berlangsung secara terencana dan sesuai ketentuan.

“Setiap tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan perlu dipersiapkan secara cermat dan terkoordinasi. Kami mendorong tim PLN untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak pertanahan agar penyiapan lahan PLTM Wabudori dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan rencana yang telah disusun,” kata Abdul Haris.

Berdasarkan hasil pertemuan, pembentukan tim bersama PLN dan Kantor Pertanahan Biak diharapkan segera rampung. Pengukuran lahan serta tindak lanjut pekerjaan lapangan ditargetkan dapat dimulai paling lambat pekan berikutnya.

PLN akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana, termasuk menyelesaikan berbagai kendala yang mungkin muncul dalam proses penyiapan lahan.

Penyelesaian pengukuran dan penetapan batas lahan tersebut diharapkan membuka jalan bagi kelanjutan pembangunan PLTM Wabudori sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur ketenagalistrikan di Kabupaten Supiori. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *