Manfaatkan bahan alam, dorong petani kurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Papuabaratnews.id, Fakfak — Keterbatasan pasokan dan tingginya harga pupuk menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kondisi ini mendorong Tim 9 Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung memperkenalkan pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif untuk mendukung kebutuhan pertanian masyarakat setempat.
Melalui pelatihan pembuatan probiotik pertanian dan pupuk organik cair (POC), masyarakat diajak mengolah bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pertanian.
Pelatihan tersebut berlangsung dalam lokakarya bertajuk Pemanfaatan Bahan Alam untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian dan Peternakan serta Peningkatan Ekonomi Masyarakat, yang digelar di Balai Kampung Onim Jaya, Distrik Bomberay, pada 6–7 Oktober 2026.
Dalam sesi praktik pada Rabu (7/10/2026), peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai manfaat penggunaan bahan organik dalam pertanian, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan probiotik dan pupuk organik cair.
Bahan-bahan yang digunakan merupakan sumber daya alam yang relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan ini, petani diharapkan memiliki pilihan untuk memenuhi kebutuhan pertanian tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia yang ketersediaannya terbatas dan harganya relatif tinggi.
Selain memberikan pelatihan, Tim 9 Patriot Unpad juga membagikan probiotik pertanian yang telah diproduksi sebelumnya kepada masyarakat. Produk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan petani dalam kegiatan pertanian mereka.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Fakfak, Benyamin Unwakoly, S.P., M.Si., menilai pelatihan tersebut relevan dengan kebutuhan petani di Bomberay.
Menurutnya, pengenalan alternatif pupuk berbahan alam dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam menghadapi keterbatasan ketersediaan pupuk dan harga yang relatif tinggi.
Pemanfaatan bahan-bahan lokal juga membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan cara pemenuhan kebutuhan pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Dorong Pemanfaatan Sumber Daya Lokal
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekspedisi Patriot Unpad yang melibatkan kolaborasi Tim 3, Tim 5, dan Tim 9. Sebanyak 90 peserta yang terdiri atas petani, peternak, dan pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) di Distrik Bomberay mengikuti kegiatan tersebut.
Tim 9 Patriot Unpad dipimpin Roffi Grandiosa Herman, Ph.D., bersama lima anggota, yakni Muhammad Erif Adila, S.Kel., Fahmi Abdul Halim, S.Pd., Elva Yenizar Anggraeni, S.Pi., Muhammad Fajar Falahuddin, S.Agr., dan Anggia Dian Khofifah, S.Agr.
Dalam pelaksanaan praktik, tim juga didampingi Apri Larastio, S.P., dari Yayasan Agatho Organic Farm, yang membantu masyarakat memahami proses pembuatan probiotik pertanian berbahan alam.
Keterlibatan peserta secara langsung menjadi bagian penting dari pelatihan agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Unpad berupaya mendorong masyarakat Bomberay untuk melihat potensi bahan alam di sekitar mereka sebagai sumber daya yang dapat diolah dan dimanfaatkan secara produktif.
Pengembangan probiotik pertanian dan pupuk organik cair diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta memperkuat praktik pertanian yang berkelanjutan di Distrik Bomberay.
Pemanfaatan sumber daya lokal juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan kegiatan pertanian dengan biaya produksi yang lebih terjangkau, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi petani. (pbn)







