Papuabaratnews.id, Teluk Bintuni – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, SKK Migas bersama Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. (GOKPL) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Teluk Bintuni menyelenggarakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Simulasi Code Blue bagi 13 perawat dari distrik Sumuri, Babo, dan Aroba.
Pelatihan ini berlangsung pada 23 September 2024 di kantor LO Genting Oil Kasuri, Kabupaten Teluk Bintuni. Pelatihan ini melibatkan trainer dari RSUD John Piet Wanane, Ns. Rudiyanto Mirino, SKM., M.Kes. Comdev officer Genting Oil Kasuri Pte. Ltd. Wahyu Rumagesan dan tim bersama vendor pelaksana SAPA Foundation.
Program ini merupakan bagian dari Pengembangan Masyarakat (PPM) yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi darurat seperti henti jantung dan gangguan pernapasan.
Melalui pelatihan ini, perawat dibekali keterampilan teknis, koordinasi tim, serta pemahaman tentang protokol medis untuk memastikan pelayanan kesehatan yang profesional dan tanggap darurat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni, Frangky D. Mobilala, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini.
“Saya berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan membentuk tim Code Blue di masing-masing unit kerja. Tahun lalu, program serupa juga dilaksanakan untuk bidan, dan kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Pjs. Kepala SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Galih W. Agusetiawan, menekankan pentingnya sinergi antara industri hulu migas dan pemerintah daerah untuk mendukung operasional yang berkelanjutan.
“Sinergitas kegiatan industri hulu migas bersama dengan Pemerintah Daerah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pentingnya kelancaran operasional yang didukung oleh masyarakat di sekitar daerah operasional”, tutup Galih.
Manager External Affairs GOKPL, Gomgom Pasaribu, menambahkan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, termasuk melalui sertifikasi resmi yang diakui LP2TK Indonesia.
‘’Diharapkan perawat yang mengikuti pelatihan mampu memahami teori dan praktik dalam mengasah ketrampilan dan keilmuan sehinga mampu menjadi tenaga medis yang profesional, karena pelatihan ini juga merupakan pelatihan bersertifikat yang terdaftar pada LP2TK Indonesia sehingga akan bermanfaat bagi para perawat, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas, Pustu, dan Polindes bagi masyarakat lokal’’, tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta sebagai simbol keberhasilan program ini. Langkah ini diharapkan membawa dampak positif berkelanjutan, meningkatkan kapasitas tenaga medis, dan memperkuat kualitas layanan kesehatan di wilayah operasional. (rls/pbn)


***
***





