Plt. Kadis Pendidikan Deny Agustinus Ngutra mengapresiasi kontribusi Prof. Yohanes Surya dan tim serta mendorong guru dan siswa terus mengembangkan keterampilan berhitung yang diperoleh selama pelatihan.
Papuabaratnews.id, Anggi — Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Arfak menutup Pelatihan Pandai Berhitung dengan Metode Gasing di Distrik Sururey, Rabu (30/9/2026), setelah kegiatan tersebut berlangsung selama dua minggu.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Pegunungan Arfak Deny Agustinus Ngutra yang menghadiri penutupan kegiatan menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan tekun dan penuh semangat.
Deny juga menyampaikan apresiasi kepada pencetus Metode Gasing, Prof. Yohanes Surya, bersama tim atas kontribusi mereka dalam memberikan pelatihan kepada guru dan siswa di Pegunungan Arfak.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan kemampuan para guru dan siswa, terutama dalam pembelajaran berhitung, sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Pegunungan Arfak.
“Semoga apa yang telah diperoleh selama pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Pegunungan Arfak,” harap Deny.

Menurut dia, berakhirnya pelatihan bukan berarti proses belajar para peserta ikut selesai. Guru dan siswa didorong untuk terus memperdalam secara mandiri materi yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan.
Dengan terus mengasah keterampilan berhitung cepat menggunakan Metode Gasing, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
Deny mengatakan, kemampuan yang diperoleh selama pelatihan akan lebih bermanfaat apabila terus dipraktikkan dan dikembangkan. Terutama bagi para guru, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam membantu siswa memahami pelajaran berhitung dengan lebih mudah.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penyelenggara, pemateri, dan pihak yang mendukung terlaksananya pelatihan tersebut atas dedikasi dan kerja keras selama kegiatan berlangsung.

Selain keberlanjutan penerapan hasil pelatihan, Deny menekankan pentingnya melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan. Evaluasi diperlukan untuk melihat berbagai hal yang telah berjalan baik maupun bagian yang masih perlu diperbaiki.
Hasil evaluasi tersebut, kata dia, dapat menjadi bahan untuk menyempurnakan penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang sehingga pelatihan benar-benar memberikan manfaat sesuai kebutuhan guru dan siswa di Pegunungan Arfak.
Deny berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama dua minggu pelatihan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mendukung keberhasilan pembelajaran di sekolah sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Pegunungan Arfak. (pbn)







