Papuabaratnews.id, Jayapura – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Waena, Kota Jayapura, tidak berhenti pada edukasi. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) bersama masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Waena Desa Siaga Bencana turun langsung melakukan praktik pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sekaligus menanam 150 bibit pohon di Buper Waena.
Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Program Waena Desa Siaga Bencana 2026 yang berlangsung pada 24–25 September 2026. Pada hari kedua, peserta mengikuti praktik pengendalian Karhutla bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua serta praktik mitigasi bencana melalui penghijauan bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Memberamo.
Sebanyak 150 bibit pohon yang terdiri atas 50 bibit cemara gunung dan 100 bibit trembesi ditanam pada lahan seluas sekitar 450 meter persegi atau 0,045 hektare dengan jarak tanam 1 x 3 meter.
Bagi PLN, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa mitigasi bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana telah terjadi. Menjaga lingkungan dan memperkuat kapasitas masyarakat juga menjadi langkah pencegahan yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Maluku dan Papua 3 (UPP MPA 3) Rahmat Hidayat mengatakan penghijauan menjadi salah satu bentuk nyata dalam membangun masyarakat yang tangguh sekaligus menjaga lingkungan.
“Penghijauan bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap apa yang dilakukan hari ini dapat terus dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Rahmat.

Sebelum melakukan penghijauan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pembekalan mengenai Karhutla dan kesiapsiagaan bencana. Materi yang diberikan mencakup edukasi kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem yang berdampak terhadap Karhutla, konservasi tanah dan lahan, serta tanggap darurat dan evakuasi.
Pada sesi praktik, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai pengendalian kebakaran hutan dan lahan dari BBKSDA Papua. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik mitigasi bencana melalui penanaman bibit pohon yang dipandu BPDAS Memberamo.
Kepala Distrik Heram Anna C. Kaigere menilai keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesiapsiagaan sekaligus menjaga lingkungan di wilayahnya.
“Libatkan semua. Perempuan, pemuda, tokoh adat harus jadi aktor utama. Pengalaman mama-mama di Waena yang hafal sungai dan lorong adalah informasi kebencanaan yang paling berharga,” kata Anna.
Ia berharap semangat yang dibangun melalui program tersebut terus dilanjutkan masyarakat meskipun rangkaian kegiatan telah berakhir.
“Jangan selesai di atas kertas. Bentuk Forum Relawan Distrik Heram dan buat simulasi tiga bulan sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kota Jayapura Edward Prandoko menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.
“Kita ingin masyarakat bukan hanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mencegah sebelum bencana terjadi,” katanya.
Menurut Edward, melalui Program Waena Desa Siaga Bencana, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap lingkungan serta semakin siap dan tanggap menghadapi potensi Karhutla.

Kegiatan penghijauan tersebut turut dihadiri Kepala Distrik Heram Anna C. Kaigere, Kepala Seksi RHL BPDAS Memberamo Aris Tandiera, Adhib Fallail dan Abdul Kahar dari Staf Seksi IV SDA Sarmi, PS Kanit Polsek Heram Torang Sitorus, Lurah Waena Arius Ansaka, Wakil Ondo Afi Kleuw Blouw, serta Saka Wanabakti sebagai mitra pelaksana.
General Manager PLN UIP MPA Abdul Haris menegaskan aksi penghijauan dan praktik pengendalian Karhutla merupakan bagian dari komitmen PLN untuk membangun manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Yang kita bangun melalui program ini bukan hanya kesiapan menghadapi bencana, tetapi juga kepedulian untuk menjaga lingkungan. Kami berharap masyarakat Waena dapat terus merawat apa yang sudah dimulai hari ini dan menjadikannya sebagai gerakan bersama,” ujar Abdul Haris.
Menurut dia, keberlanjutan program membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar manfaat yang telah dibangun tidak berhenti ketika kegiatan selesai.
“PLN ingin apa yang dimulai hari ini terus tumbuh. Bukan hanya pohonnya yang tumbuh, tetapi juga kesadaran, kepedulian, dan kesiapsiagaan masyarakat,” katanya.
Program Waena Desa Siaga Bencana merupakan salah satu bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN dalam memperkuat ketahanan masyarakat melalui edukasi, pelatihan, praktik, dan penghijauan. Melalui kegiatan tersebut, PLN berharap kepedulian terhadap lingkungan dan kesiapsiagaan bencana dapat tumbuh menjadi gerakan bersama yang terus dijaga masyarakat Waena. (pbn)







