Gerakan Noken–Kapowen diwajibkan bagi seluruh pelajar untuk memperkuat literasi dan kemandirian keuangan sejak dini
Papuabaratnews.id, Waisai –- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkuat budaya menabung di kalangan pelajar melalui Gerakan Noken–Kapowen.
Gerakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sekaligus membangun kemandirian finansial generasi muda di Kabupaten Raja Ampat.
Komitmen itu ditandai dengan deklarasi Gerakan Noken–Kapowen pada puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Lapangan Apel Kantor Bupati Raja Ampat, Distrik Kota Waisai, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 pelajar serta dihadiri Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman; Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam; perwakilan LPS; dan sejumlah pemangku kepentingan.
Noken merupakan akronim dari “No Konsumtif, Giatkan Gemar Menabung”, sedangkan Kapowen berarti “Kami Siap dan Optimis Wujudkan Kebangkitan Ekonomi”.
Program berbasis kearifan lokal itu diinisiasi oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Raja Ampat. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar sekaligus mempercepat pelaksanaan Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Raja Ampat yang telah menerbitkan surat edaran dan menetapkan Distrik Kota Waisai sebagai wilayah percontohan Gerakan Noken–Kapowen.
“Gerakan Noken–Kapowen merupakan langkah nyata dalam membangun kebiasaan menabung sejak dini sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan pelajar,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima Papuabaratnews.id, Rabu (26/8/2026).
Menurut Budi, pendekatan kearifan lokal diharapkan membuat gerakan tersebut lebih mudah diterima dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari para pelajar.
Ia mengatakan, budaya menabung sejak dini menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang mampu mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Kebiasaan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat perlindungan finansial generasi muda pada masa mendatang.
Budi menjelaskan, Gerakan Noken–Kapowen merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 8 Tahun 2022 tentang Akselerasi Implementasi Program KEJAR.
Pelaksanaan program itu membutuhkan kerja sama antara OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, satuan pendidikan, orang tua, dan pelajar.
“Melalui sinergi tersebut, kami berharap kepemilikan rekening sekaligus pemanfaatan produk dan layanan keuangan oleh pelajar di Raja Ampat dapat terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Raja Ampat, Orideko I. Burdam, mengapresiasi kerja sama OJK dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi keuangan.
Orideko mengatakan, Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menetapkan Gerakan Noken–Kapowen sebagai program yang wajib diikuti seluruh pelajar di daerah tersebut.
“Kami berharap gerakan ini dapat melahirkan generasi Raja Ampat yang melek finansial, mandiri, dan mampu mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui kebiasaan menabung sejak dini,” kata Orideko.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah dan OJK perlu terus diperkuat untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Raja Ampat.
Selain pembukaan rekening pelajar dan edukasi keuangan, rangkaian peringatan HIM 2026 juga diisi dengan penyerahan bantuan seragam sekolah gratis kepada pelajar.
Pemerintah Kabupaten Raja Ampat turut mengukuhkan para kepala sekolah sebagai duta literasi keuangan di lingkungan sekolah.
Deklarasi Gerakan Noken–Kapowen yang dibacakan para pelajar menjadi bentuk komitmen generasi muda untuk membangun kebiasaan menabung, meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.
OJK menilai peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini penting untuk membentuk generasi muda yang disiplin, bijak, mandiri, serta mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.
Kemampuan tersebut semakin diperlukan seiring berkembangnya produk dan layanan keuangan yang semakin beragam dan mudah diakses masyarakat, termasuk generasi muda.
OJK berkomitmen terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas akses serta meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya pelajar.
Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang cerdas mengelola keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (pbn)


***
***





