Program konservasi Burung Mamoa berbasis eduwisata dan pemberdayaan masyarakat dinilai sukses mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi warga.
Papuabaratnews.id, Jayapura — Program Desa Berdaya Mamuya binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) meraih penghargaan The Best Program Indonesia Green Awards (IGA) 2026 pada kategori Pengembangan Wisata Konservasi Alam.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen PLN UIP MPA dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Anugerah diserahkan langsung oleh Chairman La Tofi School of Social Responsibility dan diterima Senior Manager Perencanaan PLN UIP MPA, Budi Prasetyo, pada Kamis (21/1/2026) di Ramayana Terrace, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Kegiatan itu dihadiri berbagai instansi dan perusahaan yang berfokus pada keberlanjutan serta tanggung jawab sosial.
The Best Program IGA 2026 diraih untuk program Desa Berdaya Mamuya yang berfokus pada konservasi Burung Mamoa (Eulipoa wallacei), satwa endemik dan dilindungi Maluku Utara, melalui pendekatan penetasan semi alami, restorasi ekosistem pesisir dan mangrove, serta pengembangan eduwisata berbasis masyarakat. Inisiatif ini tidak hanya berkontribusi pada perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan kelembagaan masyarakat Desa Mamuya.

General Manager PLN UIP MPA, Nur Hardiyanto, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara perusahaan, masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah.
“Penghargaan Indonesia Green Awards 2026 ini menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Program Desa Berdaya Mamuya kami rancang sebagai solusi berkelanjutan yang tidak hanya menjaga ekosistem pesisir dan Burung Mamoa, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat,” ujar Nur.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat lokal sebagai subjek utama konservasi.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat tercapai apabila masyarakat memiliki rasa kepemilikan dan terlibat langsung dalam pengelolaan sumber daya alamnya. Melalui eduwisata dan penguatan kelembagaan desa, kami mendorong Desa Mamuya menjadi model konservasi berbasis komunitas yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya.
Ke depan, PLN UIP MPA berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan di wilayah Maluku dan Papua. (pbn)


***
***





