Pertamina Patra Niaga menjamin ketersediaan Stok Avtur Bandara Rendani Manokwari mencapai 200 kiloliter, cukup untuk kebutuhan penerbangan sepuluh hari ke depan, meski konsumsi avtur cenderung menurun.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- PT Pertamina Patra Niaga memastikan stok bahan bakar minyak jenis avtur di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, sebanyak 200 kiloliter atau 2.000 liter untuk menjawab kebutuhan aktivitas penerbangan selama sepuluh hari ke depan.
Aviation Fuel Terminal (AFT) Rendani Manokwari Budi Setiawan di Manokwari, mengatakan ketahan bahak bakar avtur dalam kondisi aman dengan stok sekitar 90 persen dari kapasitas tangka penampungan.
“Pengertiannya bukan berarti sepuluh hari lalu avturnya habis, tapi nanti setelah sepuluh hari akan ada penambahan stok atau disuplai lagi,” kata Budi di Manokwari, Minggu (15/3/2026).
Menurut dia, rata-rata penyaluran avtur untuk operasional transportasi udara setiap hari mencapai 20-21 kiloliter atau 20.000-21.000 liter dan diprediksi tidak mengalami peningkatan menjelang masa liburan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kondisi itu tercermin dari tingkat konsumsi avtur sejak awal hingga pertengahan Ramadhan 1447 Hijriah yang cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya, namun Pertamina tetap melakukan antisipasi jika terjadi peningkatan permintaan.
“Data dari pihak UPBU Rendani, lebih banyak penumpang keluar dari Manokwari dibanding yang masuk, sehingga tidak ada penambahan penerbangan,” kata Budi.
Selain itu, kata dia, AFT Rendani juga sudah menyiagakan tiga unit kendaraan tangki khusus atau refueler yang digunakan dalam proses pendistribusian avtur ke pesawat disertai lima orang operator selama momen liburan Lebaran 2026.
Pemeriksaan kesehatan bagi operator yang bertugas dilakukan setiap hari sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional pendistribusian bahan bakar pesawat sepanjang arus mudik liburan Idul Fitri.
“Kesehatan operator sangat penting, makanya kami juga sediakan tenaga medis setiap hari,” ujar Budi.
Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Rendani Kelas II Herman Sujito menjelaskan, operasional penerbangan masih berjalan sesuai dengan jadwal reguler karena belum ada pengajuan penambahan operasional dari pihak maskapai.
UPBU Rendani Manokwari membuka Posko Angkutan Lebaran 2026 selama sekitar 18 hari, terhitung mulai 13 hingga 29 Maret 2026, serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memantau perkembangan cuaca secara berkala.
“Sampai dengan hari ini tidak ada permintaan izin extra flight dari maskapai, jadi jadwal penerbangan berjalan seperti biasa,” ujar Herman. (pbn)


***
***





