Lebih dari 300 pelaku UMKM perempuan dan ibu rumah tangga diedukasi pengelolaan keuangan syariah, 250 rekening tabungan emas dibuka.
Papuabaratnews.id, Manokwari –- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah bagi perempuan dan pelaku UMKM di Kabupaten Manokwari melalui program SICANTIKS (Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah), Jumat (7/3/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Pondok Pesantren Salafiyah Manokwari itu diikuti lebih dari 310 pelaku UMKM perempuan dan ibu rumah tangga. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di Provinsi Papua Barat.
Kepala OJK Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, menegaskan pentingnya literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan digital yang memunculkan berbagai tantangan baru di masyarakat.
Menurutnya, rendahnya literasi keuangan membuat masyarakat rentan terhadap berbagai praktik ilegal, termasuk tawaran investasi bodong yang kerap dipromosikan melalui pamer gaya hidup mewah.
“Kita juga dihadapkan pada maraknya fenomena yang menawarkan investasi ilegal dengan cara flexing harta kekayaan,” ujar Budi.
Ia menekankan masyarakat perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan sekaligus berinvestasi secara aman melalui produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Pemberdaya Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Provinsi Papua Barat, Prima Aggraeni, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, program edukasi ini sangat relevan dalam memperkuat kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pelaku usaha. Literasi yang baik, kata dia, akan mendorong meningkatnya inklusi keuangan syariah serta memperluas akses perempuan terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai prinsip syariah.
Sebagai bentuk komitmen peningkatan inklusi keuangan, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pembukaan 250 rekening tabungan emas bagi para peserta.
OJK menyatakan akan terus memperluas program literasi dan inklusi keuangan ke berbagai segmen masyarakat, termasuk pelajar dan pelaku UMKM, guna mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, berdaya, serta terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan. (pbn)


***
***





