banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Bright Gas 5,5 Kg Langka di Manokwari, Warga Kembali Pakai Kompor Minyak

Tabung bright gas 5,5 kg di Pertamina. (Dok. Istimewa)
banner 120x600

Distribusi LPG nonsubsidi terkendala pengiriman laut dari Surabaya, Pertamina upayakan normalisasi pasokan jelang Ramadan dan Idul Fitri

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Kelangkaan Bright Gas 5,5 kilogram, produk LPG nonsubsidi dari PT Pertamina (Persero), masih terjadi di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, hingga Selasa (10/3/2026). Kondisi ini telah berlangsung lebih dari sepekan sejak awal Maret 2026.

banner 325x300

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh gas elpiji ukuran 5,5 kg di tingkat pangkalan maupun pengecer.

“Saya seharian keliling Kota Manokwari mencari gas 5,5 kg, tapi stoknya habis,” ujar Yanto, warga Bumi Marina, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, Selasa (10/3/2026).

Akibat kelangkaan tersebut, Yanto terpaksa kembali menggunakan kompor minyak untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Menurutnya, penggunaan kompor minyak tidak efisien dan cenderung lebih boros.

Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon II Papua Barat PT Pertamina Patra Niaga, Muhammad Faray, menjelaskan bahwa kelangkaan tidak disebabkan oleh Pertamina secara langsung, melainkan kendala pada rantai distribusi.

“LPG didistribusikan melalui agen, bukan melalui depot BBM,” jelas Faray.

Ia menerangkan, pasokan LPG untuk wilayah Papua Barat diambil dari Surabaya dan dikirim menggunakan kapal laut. Jarak tempuh yang jauh membuat distribusi berpotensi mengalami hambatan, baik di pelabuhan maupun selama proses pelayaran.

Faray mengakui adanya kendala transportasi yang berdampak pada keterlambatan pasokan ke Manokwari.

Pihaknya, lanjut dia, telah menginstruksikan para agen di Manokwari untuk mempersiapkan stok serta berupaya mengatasi hambatan distribusi.

“Kami berupaya secepatnya menormalkan pasokan, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri di mana kebutuhan gas meningkat,” katanya.

Ia berharap para agen LPG dapat segera mengurai persoalan distribusi agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.

Faray menambahkan, proses normalisasi pasokan sangat bergantung pada jadwal kapal. Waktu tempuh pengiriman laut dari Surabaya ke Manokwari diperkirakan mencapai satu pekan.

“Pertamina juga harus menyesuaikan dengan jadwal kapal yang sudah tersedia,” tutupnya. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *