Satgas pangan sisir tujuh kabupaten jelang Idul Fitri; harga relatif stabil meski dipengaruhi biaya distribusi.
Papuabaratnews.id, Manokwari — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan pemantauan harga dan stok bahan kebutuhan pokok (bapok) di Provinsi Papua Barat guna mencegah praktik penimbunan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Analis Ketahanan Pangan Bapanas, Atlanta Aribowo, mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala dengan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Pangan tingkat provinsi dan kabupaten, termasuk unsur kepolisian.
“Sejauh ini belum ditemukan indikasi penimbanan karena harga relatif stabil. Kami sudah menelusuri hingga ke tingkat grosir, distributor, dan pedagang,” ujarnya di Manokwari, Kamis.
Ia menjelaskan, kegiatan pemantauan oleh Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan Bapanas bersama pemerintah daerah telah berlangsung sejak awal Februari 2026.
Pemantauan mencakup tujuh kabupaten di Papua Barat, yakni Teluk Bintuni, Fakfak, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama, Kaimana, dan Manokwari. Harga komoditas di tiap daerah bervariasi akibat perbedaan biaya transportasi, namun masih dalam batas wajar.
“Kami sudah turun langsung ke lapangan. Harga antarwilayah memang tidak sama, tetapi masih terkendali. Kami juga sudah membuat simulasi harga,” katanya.
Berdasarkan hasil pemantauan per 4 Maret 2026, harga sejumlah komoditas terpantau stabil, antara lain bawang merah dan bawang putih Rp50 ribu per kilogram, beras medium Rp15 ribu per kilogram, serta beras premium Rp16.750 per kilogram.
Ia menambahkan, stabilitas harga tidak hanya dijaga melalui pemantauan rutin, tetapi juga ditopang kelancaran distribusi agar pasokan tetap tersedia saat permintaan meningkat menjelang hari raya.
“Komoditas seperti daging ayam beku, telur, beras, dan bawang masih dipasok dari Jawa dan Sulawesi karena produksi lokal belum mencukupi. Rantai distribusi harus lancar,” ujarnya. (pbn)


***
***





