banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Berita  

LLDIKTI Wilayah XIV Tutup Empat PTS di Tanah Papua

Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Suriel Mofu di Manokwari, Senin (30/3/2026). (Dok Istimewa)
banner 120x600

Penutupan ini dikarenakan jumlah mahasiswa menurun drastis dan kekurangan tenaga dosen yang menyebabkan perkuliahan tidak berjalan normal.

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV telah menutup empat perguruan tinggi swasta (PTS) di Tanah Papua karena jumlah mahasiswa menurun drastis dan kekurangan tenaga dosen yang menyebabkan perkuliahan tidak berjalan normal.

banner 325x300

Empat perguruan tinggi dimaksud yaitu, Akademi Sekretaris dan Manajemen Indonesia (Asmi) Jayapura, Akademi Pariwisata Petrus Kafiar Biak, Akademi Bahasa Asing Naikaten Wamena, dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trinitas Sorong.

“Sudah ditutup tahun 2025 karena tidak terakreditas dan mengalami masalah tata kelola. Mahasiswa sudah kurang, dosen juga, akhirnya tidak ada perkuliahan,” kata Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Dr Suriel Mofu di Manokwari, Papua Barat, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses penutupan empat perguruan tinggi swasta tersebut berdasarkan hasil evaluasi berkala yang dilakukan oleh LLDIKTI Wilayah XIV dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Langkah penutupan merupakan upaya kementerian menjaga kredibilitas institusi perguruan tinggi di Tanah Papua, sekaligus menjamin hak mahasiswa dalam memperoleh akses perkuliahan sesuai ketentuan, aman, dan lancar.

“Mahasiswa dari dari empat perguruan tinggi yang ditutup sudah difasilitasi pindah ke perguruan tinggi swasta lainnya,” ujar Mofu.

Oleh karena itu, kata dia, LLDIKTI memperketat proses verifikasi terhadap usulan pembukaan perguruan tinggi swasta di Tanah Papua, termasuk usulan pembukaan program studi baru guna menghindari permasalahan tata kelola yang merugikan mahasiswa.

Penambahan program studi baru yang sama dengan perguruan tinggi lain di satu wilayah disarankan agar mempertimbangkan berbagai aspek jangka panjang, misalnya kebutuhan serta minat masyarakat, dan ketersediaan tenaga dosen.

“Kami imbau tidak boleh sama supaya program studi yang ditawarkan ke masyarakat itu semakin beragam, termasuk minat pendaftar setiap tahun,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, tercatat sebanyak 130 perguruan tinggi yang tersebar di enam provinsi se-Tanah Papua terdiri atas lima perguruan tinggi negeri, 47 perguruan tinggi milik kementerian/lembaga, dan 78 perguruan tinggi swasta. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *