Momentum Dies Natalis ke-51, STIH Manokwari bentuk tim evaluasi dan targetkan kurikulum adaptif mulai diterapkan semester I tahun ini.
Papuabaratnews.id, Manokwari – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari terus melakukan pembenahan akademik dengan mengevaluasi kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan hukum nasional maupun global.
Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, di Manokwari, Selasa, mengatakan pihaknya telah menggelar seminar awal sebagai bagian dari proses evaluasi penerapan kurikulum yang lebih relevan dengan situasi terkini.
“Kami sudah membentuk tim evaluasi kurikulum dan diupayakan semester I tahun ini sudah bisa diterapkan kurikulum terbaru,” ujarnya usai perayaan Dies Natalis ke-51 STIH Manokwari.
Menurut dia, pembaruan kurikulum diarahkan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada bidang hukum siber, ekonomi digital, serta tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.
Evaluasi tersebut juga mengakomodasi dinamika hukum di Tanah Papua, termasuk persoalan implementasi kebijakan otonomi khusus (Otsus), perlindungan masyarakat adat, hingga regulasi investasi dan pembangunan daerah.
“Kami mencoba merumuskan kurikulum yang punya karakter dan ciri khas tersendiri, sehingga lulusan bisa bermanfaat bagi masyarakat di Tanah Papua,” kata Filep.
Ia menegaskan, pembaruan tidak hanya menyentuh struktur kurikulum, tetapi juga metode pembelajaran serta penguatan kapasitas dosen agar mampu mengintegrasikan isu-isu kontemporer dalam proses akademik.
Upaya penataan STIH Manokwari sebagai lembaga pendidikan hukum yang unggul dan berdaya saing telah dilakukan secara bertahap selama 15 tahun terakhir, termasuk peningkatan sarana dan prasarana penunjang perkuliahan.
“Sekarang kualifikasi dosen STIH Manokwari tidak ada lagi yang lulusan S1, seluruhnya sudah S2 dan S3. Kami mampu menjadi salah satu perguruan tinggi hukum dengan akreditasi baik sekali,” ujarnya.
Selain itu, STIH Manokwari juga memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum di wilayah setempat, seperti pengadilan, kejaksaan, dan institusi kepolisian.
Langkah tersebut bertujuan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktik sehingga mampu menganalisis kompleksitas persoalan hukum di tengah masyarakat.
“Supaya mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi langsung praktik, sehingga kelak menjadi lulusan yang kompeten, berkualitas, dan berdaya saing,” kata Filep.
Momentum Dies Natalis ke-51 menjadi refleksi komitmen STIH Manokwari dalam memperkuat peran pendidikan hukum sebagai pilar pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat. (pbn)


***
***





