banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Pertamina Pastikan Stok Energi Maluku-Papua Aman di Tengah Cuaca Ekstrem

Petugas Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memeriksa jalur distribusi BBM sebagai bagian dari pengawasan stok energi di tengah cuaca ekstrem. (Dok. Pertamina)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Manokwari –- Memasuki penghujung 2025, cuaca ekstrem berupa banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi kembali melanda Papua dan Maluku. Di tengah tantangan itu, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi dan ketahanan stok BBM, minyak tanah, Avtur, serta LPG non subsidi tetap aman menjelang libur akhir tahun.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan, mengatakan distribusi energi di wilayah timur Indonesia sangat bergantung pada keandalan perencanaan dan kondisi sarana transportasi. Perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan utama yang terus diantisipasi sejak awal November.

banner 325x300

“Dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, kami sudah siapkan kehandalan sarfas dan upaya tambahan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, apalagi ini menjelang masa liburan akhir tahun,” ujarnya.

Berdasarkan data per 13 November, ketahanan stok seluruh produk berada dalam kondisi aman: Pertalite 21 hari, Pertamax 24 hari, Solar 16 hari, minyak tanah 15 hari, Avtur 15 hari, dan LPG mencapai 92 hari. Ketahanan stok ini terus dipantau setiap hari, menyesuaikan dengan suplai kapal yang masuk dan distribusi ke lembaga penyalur di seluruh Papua dan Maluku.

Kapal tanker Pertamina bersiap menyalurkan BBM ke berbagai wilayah di Maluku dan Papua untuk menjaga kelancaran distribusi energi di tengah cuaca ekstrem. (Dok. Pertamina)

Untuk mendukung distribusi, Pertamina saat ini mengoperasikan 21 kapal yang melayani 21 Fuel Terminal di wilayah tersebut. Selain itu, ada sekitar 290 mobil tangki untuk BBM, dua unit skid tank untuk LPG, serta 44 unit bridger Avtur yang tersebar di 12 bandara.

Awan menegaskan bahwa pemeriksaan keselamatan dan keandalan armada distribusi menjadi prioritas utama, mengingat kendaraan dan kapal distribusi merupakan tulang punggung penyaluran energi di daerah yang sebagian besar bergantung pada jalur laut.

“Selain stok, kami cek seluruh kehandalan dan kesehatan sarana transportasi. Ini menjadi komitmen kami untuk memastikan keselamatan dan kelancaran distribusi bagi masyarakat,” kata Awan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melaporkan kendala layanan energi melalui Pertamina Contact Center 135 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. (pbn)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *