Pelatihan petugas SNLIK digelar di Sorong sebagai langkah awal pelaksanaan survei di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
Papuabaratnews.id, Sorong — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat memulai rangkaian persiapan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 melalui kegiatan pelatihan petugas yang berlangsung di Aston Sorong Hotel & Conference Center, Selasa (25/11/2025).
Pelatihan ini digelar untuk menyamakan persepsi para petugas lapangan mengenai konsep, definisi operasional, serta teknis penggunaan instrumen survei. SNLIK 2026 akan dilaksanakan pada Januari–Februari dengan melibatkan 10.800 responden di 120 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya, Budi Rahman, melalui Ferdian Ario dari OJK, menjelaskan bahwa sektor keuangan menjadi indikator penting pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045.
“Target inklusi keuangan nasional ditetapkan sebesar 98 persen. Karena itu, survei ini dilakukan setiap tahun untuk melihat progres dan efektivitas program literasi keuangan,” ujarnya.
Kepala BPS Provinsi Papua Barat, Merry, berpesan agar para petugas lapangan memahami kuesioner, buku pedoman, serta showcard dengan baik agar pertanyaan tersampaikan secara tepat dan menghasilkan jawaban yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan.
Merry juga menyampaikan apresiasi atas sinergi OJK–BPS yang selama ini berjalan baik sehingga kualitas data SNLIK tetap terjaga dan dapat menggambarkan kondisi literasi serta inklusi keuangan masyarakat Indonesia. (pbn)


***
***





