banner 468x60 *** banner 468x60 ***

Induk Freeport Lepas Saham 12 Persen untuk Indonesia

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani dalam konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan III Tahun 2024 pada Selasa (15/10/2024). (Dok Kemeninvestasi/BKPM)
banner 120x600

Papuabaratnews.id, Jakarta – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani mengumumkan kesepakatan pemerintah dengan Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. Freeport sepakat melepas 12 persen sahamnya untuk Indonesia. Sebagai bagian dari negosiasi, perusahaan itu juga berkomitmen membangun dua sekolah dan sebuah rumah sakit di Papua.

Rosan menjelaskan proses panjang di balik kesepakatan tersebut. Ia menyebut pemerintah Indonesia berulang kali mendatangi kantor pusat Freeport dan bertemu langsung dengan bos perusahaan, Kathleen L. Quirk.

banner 325x300

“Kami negosiasi cukup kencang. Akhirnya mereka setuju 12 persen (melepaskan saham) dengan free of charge. Jadi kita tidak bayar,” kata Rosan saat ditemui di Kantor BKPM Jakarta pada Rabu (1/10/2025), seperti dikutip dari Tempo.

Sejauh ini, kata Rosan, tidak ada permasalahan dari kesepakatan negosiasi tersebut karena kedua belah pihak telah menemukan kesepahaman. Pemerintah saat ini sedang mengurus proses administrasi pemindahan saham dan pengaturan beberapa poin negosiasi yang diperlukan.

“Kalau itu sudah selesai, kita bisa segera melakukan penandatanganan,” ucap Rosan.

Chief Executive Officer Danantara Indonesia itu juga membeberkan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk proses negosiasi ini. Kata dia, Prabowo menginginkan Freeport membangun sekolah yang berhubungan dengan ilmu kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). “Dua itu akan dibangun di Papua,” ucap Rosan.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan negosiasi antara pemerintah dengan perusahaan induk PT Freeport Indonesia itu akan menghasilkan kesepakatan pelepasan saham lebih dari 10 persen.

“Saya tidak mengatakan angka pastinya. Yang jelas, negosiasi awal waktu kami lakukan itu 10 persen. Tapi ini ada potensinya di atas 10 persen,” ujar Bahlil pada Rabu (17/9/2025).

Ia menjelaskan sebelum pelepasan saham, Indonesia sudah memegang mayoritas saham Freeport melalui kepemilikan MIND ID sebesar 51,23 persen. Sementara 48,77 persen sisanya masih dikuasai Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc (FCX) dari Amerika Serikat.

Bahlil menegaskan negosiasi itu menjadi bagian dari kesepakatan perpanjangan kontrak operasi tambang. Ia memastikan valuasi tambahan saham yang ditawarkan relatif murah karena nilai buku aset Freeport sudah sangat tipis. (tem)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *